2 Nama Disebut akan Melanjutkan ke Tahap DPRP Papua

Editor: kairos author photo

  

Jumpa pers yang diselenggarakan Koalisi Muda Nusantara dan Papua. foto  | yakonias m\KAIROS

KAIROS – Koalisi Pemuda Nusantara dan  Papua mengadakan Jumpa Pers, Selasa 10 Agustus 2021 di salah satu hotel di kota Jayapura. Dalam Jumpa Pers itu, Koalisi Pemuda Nusantara dan Papua membahas  6 (enam) nama bakal Calon Wakil Gubernur (Wagub) yang diusung hingga mengerucut menjadi 2 nama bakal calon Wagub.


Ketua Koalisi Pemuda Nusantara, Franklin Wahey  mengatakan, mereka (bakal calon wakil gubernur) telah dilalui dengan baik dan pihaknya sangat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lukas Enembe (Gubernur Provinsi Papua). Dimana Lukas Enembe telah menyebut dua nama bakal maju sebagai calon Wagub yakni, Kenius Kogoya (KK) dan Yunus Wonda (YW).


"KK dan YW selanjutnya akan melanjutkan ke tahap DPRP untuk dipilih siapa yang menjadi Wakil Gubernur," ujarnya.


"Kami berharap kepada semua Publik untuk menghargai keputusan pak Gubernur Lukas Enembe. Jangan hanya karena penentu kekosongan Wagub ini kita sesama orang Papua menjadi ribut sehingga dapat  mengganggu ketentraman dan kenyamanan  kita di tanah Papua,” lanjutnya.


Di tempat yang sama, Aktivis Pemuda  Papua Benyamin Gurik mengatakan, untuk ketahui kondisi bapak Gubernur Lukas Enembe itu sedang dalam masa pemulihan. Untuk itu kita harus memberi dukungan supaya beliau cepat sehat. 


Kemudian lanjut Benyamin Gurik, perlu adanya percepatan untuk menentukan pendampingan dalam roda pemerintahan yakni Wagub, dan melihat calon yang punya riwayat kecocokan dengan bapak Gubernur Lukas Enembe, konek dan paham betul tentang sistem pemerintahan.


"Bapak gubernur telah menyebutkan dua nama, KK dan YW. Terkait dua nama tersebut sudah disebutkan tapi sampai saat ini belum  mendapat kepastian entah itu keputusan koalisi atau keputusan gubernur. Tapi ada kekosongan hukum jika memang itu Rekomendasi gubernur atau koalisi dan merasa bahwa itu segera didorong maka segera dituntaskan jangan berlarut-larut, pasalnya rakyat Papua membutuhkan Wakil Gubernur yang pasti untuk membantu Gubernur menjalankan roda pemerintahan di Papua," bener Benyamin Gurik kepada awak media.


Di kesempatan yang sama, Sudin Rettob mengungkapkan, proses demokrasi harus dihargai. 


‘’Kami rasa para senior yang ikut dalam berkompetisi mengikuti seleksi menjadi calon wagub itu adalah benar-benar para senior yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas secara politik yang dilihat mapan sehingga dalam proses sama-sama mengikuti proses itu dengan baik. Kemudian apabila ada keputusan akhir mari kita semua sama-sama mengakui keputusan itu karena proses demokrasi yang sudah pernah dikuti oleh calon Wagub ini baik di daerah maupun provinsi itu yang mahir dalam berpolitik harus memberikan politik yang baik ke publik supaya ini tidak menimbulkan situasi  gaduh yang membuat gubernur Lukas Enembe harus berfikir.’’


"Untuk itu mari kita sama-sama menghargai keputusan gubernur nantinya, sebab gubernur tahu siapa orang tepat yang akan mendampinginya biar ada manuver apapun keputusan gubernur tidak meleset. Karena beliau dalam situasi seperti ini benar-benar membutukan pasangan yang mengerti tentang karakter masyarakat Papua dan mendukung ivent besar seperti PON XX Papua yang mendatang," urainya.


Esther Elisabeth Yaku mewakili perempuan Papua mengatakan pihaknya tidak ingin terlalu banyak pro dan kontra tapi mari kita bersatu untuk keputusan yang diambil oleh Lukas Enembe. 


‘’Karena beliau  (Lukas Enembe) tahu mana yang layak dampingi LE sebagai warga masyarakat Papua mari kita menghargai keputusan gubernur kita Lukas Enembe untuk pilihannya supaya mengisi kekosongan wagub untuk  membantu beliau,” kata Esther. 


‘’Kepada DPR Papua untuk memilih 2 calon Wagub kami pastikan kedua calon itu yang terbaik pilihan Tuhan untuk masyarakat Papua.”  

reporter | yakonias m
Share:
Komentar

Berita Terkini