Buaya 3 Meter Jadi Santapan, 5 Pekerja China Terancam 5 Tahun Penjara

Editor: kairos author photo

 

foto ilustrasi | pixabay

KAIROS - PEKERJA asing asal China yang bekerja di PTOSS, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) memotong buaya untuk disantap. Fotonya viral di media sosial. 

Sebelumnya, Rabu (25/8/2021) pagi, buaya muara sepanjang 3 meter muncul di sekitar jalan houling yang menghubungkan PT OSS dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah kawasan industri Morosi. 

Kehadiran satwa yang dilindungi itu sontak mengejutkan para karyawan yang sedang bekerja, hewan reptil itu lalu ditangkap dan dijadikan santapan sejumlah TKA. 

BACA PULA | Di Bandung, 2 Ular Sanca 4 Meter Muncul di Toilet Rumah

Sakrianto Djawie, Kepala Balai Konservasi Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya langsung menurunkan tim ke PT OSS untuk diambil keterangan. 

Saat tim tiba di lokasi, kata Sukrianto, daging buaya sudah habis disantap termasuk tulang dan kulitnya dijadikan sup. 

"Keterangan sementara mereka (TKA) tidak tahu bahwa buaya itu dilindungi, tapi mungkin besok kita panggil yang bertanggung (pelakunya) karena mereka tidak tahu bahasa Indonesia. Besok mereka akan didampingi penerjemahnya, pelakunya ada lima orang," ungkap Sakrianto, Rabu malam lalu. 

BACA SELENGKAPNYA | Digigit Ular Paling Mematikan, Pria Ini Balas Gigit Lagi Sampai Mati...

Dia menjelaskan, para pelaku pembunuhan satwa itu telah melanggar Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun. 

Sakrianto mengungkapkan saat ditemukan buaya jenis muara itu sudah dalam kondisi sekarat, hal itu mungkin karena pengaruh limbah pabrik yang masuk ke rawa sebagai habitat buaya itu. 

"Daerah Morosi itu kan banyak rawa, sungai juga ada. Habibat buaya di situ, tapi sudah rusak karena adanya aktivitas pertambangan di situ, akhirnya dia naik ke darat," terangnya.

sumber\foto | kompas\pixabay

reporter | yey\richard

Share:
Komentar

Berita Terkini