Dibakar Api Cemburu Jadi Motif Pembunuhan Pemilik Warkop

Editor: kairos author photo
Polisi yang menggelar jumpa pers dalam kasus pembunuhan pemilik warung kopi. foto | ayobogor

KAIROS - GEGARA dibakar api cemburu nekat habisi nyawa orang lain. Begitulah Asep Saepuloh alias Epul yang berhasil diringkus personil Polresta Bogor Kota di tempat persembunyian di wilayah pedalaman Kabupaten Sukabumi. 

Pelaku Epul diciduk lantaran menjadi pelaku tunggal, atas tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap NL pemilik warung kopi di Jalan Abdullah bin Nuh, RT 04, RW 14, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. 

Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Kapolresta Bogor Kota mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku apa yang dilakukan pelaku terhadap NL dan sang anak DF dipicu oleh rasa cemburu. Sebab, antara pelaku dan korban memiliki ikatan cinta. 

"Motifnya karena pelaku cemburu terhadap korban. Ia menduga korban mempunyai hubungan dengan laki-laki lain," katanya, Senin 2 Agustus 2021. 

Berdasarkan pengakuan pelaku, NL dihabisi pelaku dengan menggunakan sebilah balok kayu yang diarahkan pelaku tepat ke kepala korban hingga tak sadarkan diri. 

Kerasnya hantaman balok ke kepala NL membuat korban menderita luka berat di bagian kepala hingga membuatnya meninggal dunia. Tak hanya NL, pelaku juga melakukan hal serupa terhadap anak korban yakni DF. Beruntung nyawa DF masih bisa tertolong. 

"Pelaku juga mengambil kedua handphone milik korban yang membuat korban mengalami kerugian Rp5 juta," ujarnya. 

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 365 KUHP Ayat (1), Ayat (2) ke 1e, 3e, 4e Ayat (3) Subsider Pasal 353 Ayat (1), Ayat (2) Ayat (3) KUHP.  "Atas perbuatannya itu pelaku kami kenakan pasal berlapis. Dengan ancaman hukuman seumur hidup," tutupnya.  

Sekadar diketahui, pemilik warung kopi berinisial NL ditemukan tewas di warung kopi miliknya di Jalan Abdullah bin Nuh warga RT 04, RW 14, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. 

Suhendar saksi mata di lokasi kejadian bercerita, kejadian itiu terjadi Jumat 23 Juli 2021 sekitar pukul 05.30 WIB. 

Saat itu Suhendra yang merupakan salah satu petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, sedang bertugas menyapu jalan di lokasi tersebut. Saat dirinya asik menyapu jalan, dia mendengar suara teriakan meminta tolong dari arah dalam warung. 

"Saya lagi nyapu jalan denger suara teriakan meminta tolong. Kejadian pagi pas saya sedang menyapu jalan," katanya. Saat mendekati warung, ia mendapati pemilik warung yakni NL dan anaknya DF sudah tergeletak bersimbah darah. 

"Saya langsung minta tolong kepada warga sekitar dan membawa korban ke Rumah Sakit Graha Medika untuk mendapatkan pertolongan," ujarnya. 

Ketika ditemukan di lokasi kejadian NL yang merupakan pemilik warung dan DF sang anak langsung dilarikan ke Rumah Sakit Graha Medika, lantaran keduanya menderita luka di bagian kepala yang serius.  

Sayangnya nyawa NL sudah tak bisa lagi tertolong, lantaran luka serius di bagian kepala yang dialaminya. 

sumber\foto | ayobogor

reporter | himalaya

Share:
Komentar

Berita Terkini