Jalan Kaki 1.700 Km dari Balige ke Istana Negara, Togu Simorangkir Bawa Misi Khusus

Editor: kairos author photo

 

Togu Simorangkir bersama dua temannya Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait setelah berhasil berjalan kaki sepanjang 1.700 kilometer lebih dari Danau Toba ke Istana Merdeka Jakarta. foto | liputan6

KAIROS - LEBIH 1700 kilometer berjalan kaki dari Balige (Sumatera Utara) ke Istana Negara Jakarta, Togu Simorangkir akhirnya bertemu dengan Presiden Jokowi, Jumat, 6 Agustus 2021. Saat berjalan kaki, Togu Simorangkir tak sendirian, dia bersama dua kawannya Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait berjalan kaki dari kawasan Danau Toba ke Istana Merdeka Jakarta.

Sekadar diketahui, aksi jalan kaki ini sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL). Selain itu, aksi ini merupakan respons atas bentrok PT TPL dengan masyarakat adat di Natumingka, Sumatera Utara.

“Tujuan dari aksi ini sebenarnya visinya itu adalah kelestarian Danau Toba untuk kesejahteraan generasi mendatang. Dengan misi aksi ini kita ingin mencari perhatian publik,” kata Togu seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu (7/8/2021).

“Kita ingin mengatakan bahwa ini loh, di Danau Toba, di Tano Batak sedang ada masalah,” sambungnya.

Adapun Togu bersama dua kawannya melakukan perjalanan dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, di Soposurun Balige, Senin 14 Juni 2021 lalu. Ketiganya lalu tiba di Jakarta setelah menempuh perjalanan selama 44 hari.

Kepada Togu, Jokowi mengaku telah mengetahui permasalahan lingkungan yang disampaikan oleh dirinya selaku perwakilan Tim 11 Aliansi Gerak Tutup TPL. Togu juga menyampaikan bahwa status Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tidak sejalan dengan aktivitas-aktivitas yang merusak lingkungan.

“Bapak Presiden mengatakan tadi kerusakan-kerusakan lingkungan yang sudah terjadi, mari kita tanami,” ucapnya.

Togu mengatakan pemerintah siap memberikan bibit pohonnya. Jokowi juga berencana melakukan penanaman bersama dengan Tim 11 dan masyarakat adat pada November atau Desember mendatang.

“Tadi juga Bapak Presiden mengatakan ada 15 tanah adat yang akan diselesaikan bulan ini. Tadi saya sudah melihat lima yang sudah diselesaikan, dan sepuluh lagi akan diselesaikan beliau dalam bulan ini. Ini kabar gembira untuk masyarakat adat di sekitar Danah Toba,” tutur Togu.

Togu mengatakan generasi mendatang dapat menikmati keindahan dan kelestarian Toba apabila saat ini dijaga dengan baik. Untuk itu, Togu berharap semua pihak bisa turut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar Danau Toba.

Togu juga berharap investasi-investasi yang di sekitar Danau Toba juga memerhatikan tentang lingkungan hidup, jangan hanya fokus mengeruk keuntungan tapi mengabaikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di masa mendatang.

Selain aktifis lingkungan, selama ini Togu juga terlibat menangani persoalan orang dengan gangguan jiwa (OGDJ). Sebelumnya Togu Simorangkir, juga dikenal sebagai pendiri Taman Belajar Alusi Tao Toba pada 2009 dan Gerakan Tao Toba Membaca pada 2010. 

Dia pun pernah berjalan kaki untuk mengumpulkan dana agar terwujudnya perpustakaan itu. Lulusan S2 Inggris ini tak ingin berhenti berbuat untuk warga yang berdomisili di sekitar Danau Toba (Sumatera Utara). 

sumber\foto | liputan6\mistar

reporter |  mithun

Share:
Komentar

Berita Terkini