Orgenes Kaway: Adat Mana yang tak Jalan, Bangkitlah dari Situ Dulu

Editor: kairos author photo

 

Orgenes Kaway Ondoafi Kampung Bambar dan sebagai Wakil Ketua 1 DAS yang diangkat langsung oleh rakyat Suku Sentani menjadi Ketua DAS sekarang ini. foto | yan - KAIROS 

KAIROS - SETELAH meninggalnya almarhum Ketua dewan adat Sentani demas toko Ondoafi Orgenes Kaway yang sebagai wakil ketua 1 dewan adat Sentani secara hirarki diberikan posisi namun sampai dengan hari ini teman-teman berusaha untuk rapat. 

''Tapi saya ulur-ulur karena  masih berduka, artinya kita tidak bisa gegabah langsung duduk rapat tentukan segala sesuatu  dari adat sentani. Karena orang Sentani biasa bilang sudah bayar kepala dulu baru bisa mengurusi yang lain-lain maka itu pada 6 Agustus pembayaran kepala almarhum Demas Tokoro diselesaikan.''

Orgenes Kaway mengatakan jika dia dengan Ondoafi Putali baru sekadar bicara saja tentang agenda dalam sebuah rapat ke depan.

BACA PULA | Hanya Mendengar Nama Otsus Tapi tak Menyentuh ke Masyarakat

 ''Karena kami melihat bahwa kami dililit dengan masalah tanah yang sangat sulit sekali untuk bisa mendapatkan kata sepakat masing-masing orang mempertahankan hak mereka yang sesungguhnya bisa diatur,'' kata Orgenes Kaway, Ketua Dewan adat Sentani DAS.

Dikatakan, mereka akan berencana menggelar rapat untuk menghadirkan pihak-pihak yang mengetahui dan bisa memberikan penjelasan, hukum pidana, perdata.''

''Kami minta kapolda,  kejaksaan, hakim hadir untuk menjelaskan data sebuah masalah dan aturan-aturan yang dapat diselesaikan sebelum kita ke ranah hukum positif yang membuat kita tenang.'' 

BACA SELENGKAPNYA | Menunggu Kepala Suku Dilantik Bahasa Budaya dan Adat Istiadat Dikembangkan

Saat ini di Sentani terlihat masalah hak ulayat atau masalah tanah.

''Maka kami berbicara untuk sepakat hari supaya undang semua masyarakat adat karena sangat penting bagi kami,” urainya.

Tak Perhatikan Adat dengan Baik

''Pemerintah menganggap kita tidak ada sehingga tidak ada perhatian bagi kami bagaimana hak-hak kami sebagai dewan adat sentani diperhatikan kemudian dana hibah yang sudah disediakan almarhum bupati Habel sampai hari ini sudah lagi tidak diterapkan kami tidak tahu seperti apa tapi yang kami ketahui dana itu masih ada.

''Itu sebabnya, jangan bicara adat dengan kita karena tidak memperhatikan adat dengan baik.” 

Orgenes Kaway menambahkan jika adat hari ini kita hanya gunakan seperti pemadam kebakaran saja dia tidak mendapatkan apa – apa hal itu harus dipikirkan.

''Kami akan buat rapat kita gelar dengan satu tujuan supaya ke depan keputusan akan di akomodir di dalam sistem pemerintahan apapun caranya kami ini pemilik,”  harapnya lewat media online kairos.id ini ketika membaca siapkan diri karena masalah kita ini masalah yang sangat berat masalah di seputaran sentani sangat sulit sekali. Untuk itu mari sama – sama kita cari jalan yang terbaik supaya bisa menyelesaikannya di rapat yang akan digelar musyawarah adat dan kami minta ada pihak-pihak yang mengetahui hukum, mereka hadir untuk menjelaskan.”

Lingkaran yang Sangat Membingungkan

Lanjut Neles Monim Ondoafi kampung putali menindaklanjuti pembahasan dari Orgenes Kaway selaku Ketua Dewan adat Sentani DAS menyampaikan jika dalam waktu dekat kita akan melakukan musyawarah adat suku sentani untuk mengakomodir masalah-masalah akomunal yang terjadi seperti di bandara, ifar gunung dan Auri, ini membuat kita dalam satu lingkaran yang sangat membingungkan sehingga dari generasi ke generasi tidak tersentuh dan tidak terjawab.

''Itu sebabnya kita akan adakan musyawarah nanti dan menghadirkan beberapa wilayah suku dari Sentani timur Sentani barat dan kaum intelek untuk kita melakukan musyawarah supaya surat kita diplenokan dan aturannya menjadi baku.''

SIMAK PULA | Odniel Deda: ''Perlu Diusulkan Ada Kantor Staf Khusus''

Menurut Neles, supaya kita menolong masyarakat kita dan mengerti cara menanganinya supaya jangan berlarut larut dalam lingkaran ini.

''Terkadang di dalam sistem pemerintahan kita punya pengusaha-pengusaha OAP tidak diperhatikan Karena dalam sistem ada yang lebih kuat dari mereka kemudian banyak hal yang harus kita bicarakan. Sementara dari TNI/POLRI sudah ada polisi Noken mungkin yang lain kita akan bahas supaya dokumen ini kita akan bentuk ke DAS supaya dikawal.

''Sebab ondofolo ada karena rakyat dan rakyat kuat maka satu kampung itu kuat dua amanah ini kita akan jalan supaya Dewan Suku Adat Sentani betul-betul ada. Setelah musyawarah adat suku Sentani ada maka kita  bangkit kembali,” katanya.

reporter | yan

Share:
Komentar

Berita Terkini