Pansus Akan Dibentuk Setelah Surat Keputusan Keluar dari Pempus

Editor: kairos author photo

  

foto | yan | KAIROS

KAIROS -  Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub Papua sampai saat ini belum terbentuk dikarenakan Surat Keputusan resmi dari pemerintah pusat, terkait pemberhentian resmi  wakil Gubernur Papua almarhum Kelemen Tinal DPR Papua belum menerimanya apakah ada hambatan terkait administrasi.

"Tapikan pemberhentian resminya belum ada dari pemerintah pusat, persiden dalam hal ini Mendagri. Saya juga kurang tau ada kendala apa atau administrasi yang belum lengkap atau apa," ungkap Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy di Hotel Suni Abepura, Sabtu (7/8/2021)

DPR Papua sendiri telah menggelar sidang paripurna untuk  pemberhentian Wakil Gubernur Papua, almarhum Klemen Tinal, masa jabatan tahun 2018 – 2023 pada 13 Juli 2021 lalu dan sudah diserahkan ke pusat.

‘’Walaupun kami mau bentuk Pansus dihari ini, pasti itu resminya ada surat keputusan lembaga dari pusat,’’ kata Rumbairussy.

Di surat keputusan lembaga pasti ada konsuderans menimbang, mengingat, memutuskan dan lain sebagainya, pasti salah satunya menyebut almarhum ini sudah berhalangan tetap.

‘’Sampai kini terkait penentuan waktu belum bisa kami pastikan kapan kami akan menerima.’’

Yulianus menilai pemerintah pusat akan secepatnya merespons itu, pasti mereka mengikuti dinamika sementara terjadi di sini.

Jika fraksi-fraksi sudah mengusulkan nama-nama, kemudian ada surat keputusan lembaga, maka DPR Papua akan segera bekerja.

"Karena Pansus juga bekerja ada batas waktunya bisa 6 bulan paling lama diberikan waktu kalo tidak salah," ucap Rumbairussy.

‘’Kalau kita juga bentuk buruh-buruh dan kerjanya belum ada benang merah dengan kerja-kerja koalisi di sini.’’

 

"Kita bentuk Pansus dan belum ada nama yang diajukan kita mau kerja apa dan proses apa di sana," ucap Tumbairussy.

Dia berharap koalisi dapat bekerja lebih cepat sampai pengusulan nama yang diusulkan keluar.

Reporter | yan

Share:
Komentar

Berita Terkini