Salut! Nelayan Rusak Jaring Demi Selamatkan Nyawa Penyu

Editor: kairos author photo
Relawan kelompok konservasi penyu Nagaraja memindahkan tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dari penangkaran untuk dilepasliarkan di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Adipala, Cilacap, Jateng, Jumat (23/7/2021) lalu. Foto ilustrasi | ANTARA


KAIROS - SELAMATKAN nyawa penyu. Duh. Begitulah sikap seorang nelayan di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara yang begitu menginspirasi. Nelayan ini diketahui sangat peduli terhadap pelestarian penyu.

Jika penyu ikut tertangkap dalam jaring, nelayan Wabula rela merusak alat tangkapnya. Demi menyelamatkan penyu yang terjebak.

Begitulah La Jumu. Dirinya terpaksa merusak sero atau alat tangkap ikan semacam set net jenis eri ami saat melihat seekor penyu terjebak di dalamnya.

BACA PULA | Terima Sakramen Krisma Paroki Dibawah Perlindungan Rasul Paulus

Peristiwa tertangkapnya penyu di wilayah tangkap nelayan Wabula kerap terjadi. Namun secara sukarela nelayan setempat mau melepas penyu-penyu yang terjebak. Kembali ke laut.

"Kalau saya kejadiannya itu minggu lalu. Waktu saya lihat ada penyu yang tertangkap saya langsung putuskan seroku," tutur La Jumu.

Dia mengungkapkan, penangkapan ikan menggunakan sero oleh nelayan Wabula sudah berlangsung lama. 

BACA JUGA | Sudah Tahu? Ini Manfaat Ikan Sarden Bagi Kesehatan

Adapun target buruannya yakni ikan jenis kakap, baronang dan ikan pogo. Namun sering sekali penyu terjebak dalam sero.

"Memang laut di sini menjadi lokasi bermain penyu,” tambahnya.

“Tapi sejauh ini belum ada penelitian dan data tentang jumlah populasi dan jenis penyu yang ada di Wabula,” kata Abdi.

Dia menambahkan, keberadaan terumbu karang di Wabula selama ini dikelola dengan sistim Ombo oleh Masyarakat Hukum Adat Wabula dengan aturan yang sangat ketat.

Sehingga sangat dimungkinkan bila dengan sistim itu, kesadaran masyarakat untuk melepas penyu yang terperangkap, tumbuh dengan sendirinya.

Kini, pihaknya telah bekerjasama dengan Burung Indonesia dalam program pengelolaan sumberdaya perikanan skala kecil berbasis masyarakat adat di Key Biodiversity Area KBA Wabula Kabupaten Buton.

“Salah satu tujuan program ini adalah memperkuat peran masyarakat hukum adat dalam mengelola sumber daya laut,” kata Abdi.

BACA SELENGKAPNYA | 5 Trik Agar Anak Suka Makan Ikan

Di sana, peneliti DFW Indonesia, Hamzah mengungkapkan salah satu tantangan pengelolaan perikanan skala kecil di Wabula saat ini adalah banyaknya alat tangkap sero yang tidak tertata dan terdata. Padahal sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, penempatan sero tidak lebih dari 100 meter ke arah laut.

"Belum lagi sero yang sudah rusak dan tidak aktif oleh nelayan tidak diangkat dari laut sehingga mengganggu alur migrasi ikan termasuk penyu, alur transportasi dan kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap lain," bebernya.

"Saat ini perangkat masyarakat hukum adat dan Pemerintah Desa Wabula sedang menyusun rencana sosialisasi, mendata dan juga meminta masyarakat pemilik sero untuk melaporkan dan menempatkan sero sesuai dengan ketentuan terbaru," ungkapnya.

sumber\foto | telisik\suara

reporter | esti

Share:
Komentar

Berita Terkini