Senter Dasar Sumur, IRT Tewas Tercebur, Diduga Jatuh Terpeleset

Editor: kairos author photo

 

foto | ilustrasi republika

KAIROS - TEWAS tercebur sumur. Begitulah nasib seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Panumbangan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban ditemukan meninggal dunia di dasar sumur. Diduga, IRT itu terpeleset hingga menyebabkan dirinya kecemplung ke dalam sumur.


AKP Cecep Bambang, Kapolsek Bayongbong mengatakan IRT yang meninggal dunia diketahui bernama Ai Rohayati (36). Dia ditemukan di dalam sumur pada Rabu (18/8/2021) malam oleh warga yang hendak berkegiatan di kamar mandi.


"Saksi pertama yang menemukan Siti Halimah (29). Saat itu saksi masuk ke kamar mandi sekitar pukul 19.30 dan melihat sandal milik korban di kamar mandi," kata Kapolsek, Kamis (19/8/2021).

BACA PULA | Bugil, Guru Ngaji Cantik Tewas, Dikira Bangkai Tikus

Saat melihat sekitar kamar mandi, diungkapkan Kapolsek, saksi mengaku melihat penutup sumur yang patah. 


Karena curiga, saksi kemudian langsung mengambil senter di rumahnya dan kembali ke kamar mandi untuk memastikan kecurigaannya.


"Saat senter diarahkan ke dalam sumur, saksi ini kaget karena ternyata korban ada di dalam sumur. Dugaan sementara, korban ini terpeleset dan jatuh ke dalam sumur yang dalamnya mencapai belasan meter," ungkapnya.

BACA SELENGKAPNYA | Di Sumut, Suami, Isteri, Ipar Nekat Jual Barang Haram

Saat itu, dijelaskan Kapolsek, saksi langsung memanggil keluarga korban dan tetangga untuk membantu mengevakuasi. Salah seorang warga atas nama Yayat turun langsung ke dalam sumur untuk mengevakuasi korban.


"Saat Yayat ini sudah masuk, ternyata korban diketahui sudah meninggal dunia sehingga tidak mampu melakukan evakuasi langsung," jelasnya.


Pihak keluarga, menurut Cecep saat itu langsung melaporkan hal itu ke pihak desa lalu ke pihaknya dan meminta bantuan ke BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut untuk membantu proses evakuasi korban. Korban akhirnya bisa dievakuasi.


"Pihak keluarga, baik suami maupun orangtua korban menolak jenazah korban diautopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Jadinya kami tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut," sebutnya.


sumber\foto | merdeka

reporter | mey

Share:
Komentar

Berita Terkini