Solidaritas Mahasiswa Jayawijaya Minta Klarifikasi Rektor UNIPA

Editor: kairos author photo

 

Himpunan mahasiswa Jayawijaya di Kota Jayapura. foto | KAIROS - yan

KAIROS - Himpunan pelajar mahasiswa Jayawijaya yang berada di kota Jayapura Ketua I HIPMAJA, Elison Siep Uaga menyampaikan terkait aksi di depan Kampus UNIPA, Selasa (3/8/2021) sebagian besar calon mahasiswa Jayawijaya yang tidak lolos tidak bergabung melakukan aksi karena ada solidaritas mahasiswa di UNIPA yang bergerak mendesak ke lembaga supaya calon mahasiswa itu ditarik kembali untuk diterima menjalani studi

Sebelum aksi.  solidaritas mahasiswa UNIPA minta audiens dengan  rektor sekitar 4 kali. ''Tapi rektor tidak hadir dan secara mahasiswa sudah 4 kali minta audiens  kita sudah lakukan sehingga hal itu tidak direspons rektor  membuat kami solidaritas mahasiswa lakukan aksi

Kemudian setelah melakukan aksi di depan kampus  rektor melaporkan ke pihak keamanan untuk mengamankan mahasiswa tapi sayangnya ada perkataan atau bahasa yang dikeluarkan rektor  bahwa aksi tersebut dilakukan anak mahasiswa dari Wamena itu merupakan pencemaran nama baik kami suku Wamena. 

''Sehingga kami minta supaya dapat diklarifikasi kembali dan kami akan menunggu sampai rektor merealisasikan,” ujarnya.

''Karena hal sekecil ini yang biasa membuat kita sesama Papua sendiri saling bermusuhan pribadi kami himpunan mahasiswa Jayapura tidak suka dengan hal–hal seperti ini dibiarkan mencemarkan nama baik suku,” katanya.

Menurut Lokobal salah satu pemuda Jayawijaya mengatakan jika aksi yang terjadi di UNIPA itu mengstikmakan bahwa itu adalah mahasiswa Wamena yang melakukan aksi.

Lokobal pemuda asal Jayawijaya mengatakan aksi yang dilakukan bukan dari Wamena saja tapi ada juga dari berbagai daerah atau kabupaten lain,

''Harapannya kepada Rektor segera mengklarifikasi karena bahasa yang dikeluarkan karena kami tak ingin mencari permusuhan tapi kami hanya fokus untuk menjalani studi mungkin penyampaian kami dari Jayapura bisa di realisasi dengan tindak lanjuti klarifikasi tentang bahasa yang dikeluarkan kepada kami anak Jayawijaya atau Wamena. Demikian dari kami himpunan mahasiswa Jayapura dan pemuda Jayapura,” ujarnya.

reporter/foto | yan

Share:
Komentar

Berita Terkini