Berapa Kali Baiknya Ganti 'CD' dalam Sehari? Ini Penjelasannya

Editor: kairos author photo
Ganti celana dalam Anda paling lama sekali dalam 3 bulan. foto | tribunnews  

KAIROS - MUNGKIN Anda pernah mengalami kemaluan gatal saat tidak ganti celana dalam. Kondisi ini memang sering terjadi. Ketika kita tidak ganti CD alias celana dalam selama seharian penuh, area selangkangan itu bisa menjadi lembap dan memicu pertumbuhan jamur berlebihan.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengetahui sebaiknya mengganti celana dalam sehari minimal berapa kali. Untuk mencegah berbagai masalah, ketahui lebih jauh mengenai aturan ganti celana dalam yang tepat berikut ini. 

Ganti celana dalam berapa kali sehari?

Anda disarankan untuk mengganti celana dalam sehari minimal satu kali supaya mengurangi risiko infeksi jamur. Namun, jika Anda memiliki aktivitas padat dan mengeluarkan keringat, mengganti pakaian dalam sebaiknya dilakukan dua kali sehari.

Di sisi lain, ada anggapan bahwa tidak apa-apa mengenakan celana dalam selama dua hari berturut-turut apabila tidak berkeringat atau keputihan. 

Namun, hal itu tidak disarankan untuk dipraktikkan.

Pasalnya kelembapan celana dalam dapat menjadi tempat yang sempurna bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Selain itu, celana dalam juga rentan kotor akibat keringat, keputihan, atau sisa tetesan urine setelah buang air kecil. Jadi, baik pria maupun wanita diharuskan ganti celana dalam secara rutin.

Gantilah celana dalam sebelum tidur atau setelah mandi. Anda juga harus ganti celana dalam setelah berolahraga karena ada banyak keringat di area itu. 

Terkadang, sebagian wanita juga kerap menggunakan pantyliner saat malas mengganti celana dalam. Akan tetapi, hal tersebut justru dapat menyebabkan lecet dan iritasi pada miss V. 

Efek jarang ganti celana dalam

Jika Anda memiliki kebiasaan jarang ganti celana dalam, sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut. Berikut adalah beberapa efek jarang ganti celana dalam yang harus Anda waspadai:

1. Kemaluan bau

Jarang mengganti celana dalam bisa menyebabkan kemaluan Anda bau. Masalah ini disebabkan oleh kotoran dan keringat bercampur pada celana dalam sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap di vagina atau penis.

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur dapat disebabkan akibat jarang mengganti celana dalam. Infeksi jamur juga dapat terjadi akibat jarang mengganti celana dalam. Ketika celana dalam lembap, jamur dapat tumbuh berlebih sehingga menyebabkan infeksi. 

Infeksi jamur di area kemaluan ditandai dengan rasa gatal yang hebat, keputihan menggumpal, ruam kemerahan, bahkan pembengkakan.

3. Iritasi di area kemaluan

Ketika area kemaluan Anda terasa gatal yang tak tertahankan akibat celana dalam yang kotor atau infeksi jamur, Anda mungkin akan menggaruknya. Garukan yang terlalu keras bisa menyebabkan iritasi.

4. Jerawat di kemaluan

Pakaian dalam yang kotor dapat memerangkap keringat, kotoran, dan bakteri. Ketika berbagai partikel tersebut menempel pada kulit untuk waktu yang lama, maka bisa menyebabkan pori-pori tersumbat sehingga memicu jerawat di area kemaluan.

5. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri memicu keputihan abnormal

Jarang mengganti celana dalam juga membuat wanita lebih rentan terkena vaginosis bakteri, yaitu kondisi yang disebabkan ketidakseimbangan bakteri dalam vagina sehingga memicu keputihan abnormal, vagina terasa gatal dan terbakar, atau bengkak pada area vulva.

6. Infeksi saluran kemih

Pada kasus yang parah, penumpukan bakteri di area kemaluan akibat jarang mengganti celana dalam bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih sehingga terjadi infeksi.

Supaya terhindar dari berbagai masalah di atas, sebaiknya kenakanlah celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik dan mengganti celana dalam sehari minimal sekali.

Sebagian orang menyimpan dan menggunakan celana dalamnya untuk waktu yang lama, entah 1 tahun atau lebih. Padahal walaupun sudah dicuci dengan benar, bakteri dapat menumpuk di celana dalam dari waktu ke waktu. Jadi, Anda juga perlu untuk mengganti celana dalam dengan yang benar-benar baru.

Tiap 3 Bulan

Secara umum, Anda harus ganti celana dalam dengan yang baru setiap 6 bulan sekali untuk menghindari penumpukan bakteri yang berlebihan. 

Namun, jika Anda khawatir celana dalam sudah kotor sebelum 6 bulan, Anda bisa menggantinya setiap 3 bulan sekali.

Selain itu, gantilah celana dalam ketika sudah tidak nyaman digunakan, rusak, warnanya pudar, atau karetnya mengendur. Dengan begitu, kebersihan dan kenyamanan organ intim pun dapat terjaga. 

sumber\foto | sehatq

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini