Bupati Jayapura: ''Jangan Jual Tanah! Kembangkan Hutan Sagu yang Tersisa''

Editor: kairos author photo

 

Matius Awoitauw membuka dan meresmikan Festifal Sagu di Hurwakha Kabupaten Jayapura. foto | yan-KAIROS

KAIROS - Meresmikan festival sagu di Hurwakha kampung Yobeh Sentani Kabupaten Jayapura, Senin (13/9/2021) Matius Awoitauw mengatakan jangan jual tanah. Pasalnya ketika tanah dijual maka sagu tidak akan ada lagi di seluruh kabupaten Jayapura.

''Di batas kota akses masuk di pinggiran pesisir danau Sentani terlihat tempat wisata, sekarang ini lagi tren untuk itu kita dorong anak muda supaya kreatif di dusun sagu ini. Termasuk anak sekolah pelajar  SMP, SMA dan perguruan tinggi ini harus difasilitasi di moment seperti ini untuk mereka mengembangkan potensi--potensi mereka di dusun sagu,'' katanya. 

BACA PULA | Jokowi: ''Yang Belum Vaksin tak Boleh Nonton PON XX Papua''

Zaman milenial yang lagi tren sekarang ini, kata dia, Festival sagu ini bisa menjadi tempat studi jika dikembang konservasinya di wilayah Hurwakha ini bisa jadi tempat belajar.

Matius Awoitauw, Bupati Kabupaten Jayapura menilai dengan membuka ruang seperti ini supaya mereka juga tertarik bisa pergi ke  sekolah dan kembali membangun didusun sagu ada banyak hal yang bisa kita kembangkan seperti tempat ini juga bisa  menjadi tempat wisata yang menyenangkan karena di bawah pohon sagu," ungkap MA, begitu dia dipanggil akrab. 

ARTIKEL LAINNYA | Pemilik SHM Tanah Ujung Landasan Pacu Theys Eluay Tuntut Ganti Rugi

Sekarang, sambung dia, masyarakat harus bisa menjaga hutan sagu yang tersisa masih luas ini dan membudidayakan sagunya.

''Jangan ambil bibit dari luar tapi ambil bibit yang sudah ada tinggal diatur jaraknya saja." 

Sebenarnya, lanjut dia,  jika sagu tumbuh di atas satu rumpun itu akan mempengaruhi pertumbuhan untuk itu harus dibuat jarak supaya pertumbuhannya cukup baik.

JANGAN LEWATKAN | Mengenal dari Dekat tentang Penyakit Jantung Koroner

''Seperti yang saya sampaikan di kampung Yoboi itu sekarang masyarakat sendiri yang merencanakan tidak tunggu pemerintah lagi jadi partisipasi ini yang kita bangun dari awal 

Kemudian kita melakukan komunikasi secara online maka pasti akan ada simpati yang memberikan support tentang keunikan destinasi festival Sagu," jabarnya.

reporter | yan

Share:
Komentar

Berita Terkini