Covid-19 di Jawa-Bali Turun Lebih Cepat dari Perkiraan, Tapi...

Editor: kairos author photo

Meski tren menurun, Covid-19 di Jawa-Bali tetap harus diwaspadai. foto | pixabay
 

KAIROS - TERKAIT laporan perkembangan Covid-19 Jawa-Bali, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjabarkannya dalam jumpa pers Senin (13/9/2021) malam.

Dalam kesempatan itu, Luhut mengungkapkan terjadi penurunan level PPKM yang lebih cepat dari perkiraan pemerintah.

''Situasi covid-19 yang membaik begitu cepat di Jawa Bali menyebabkan penurunan level PPKM yang lebih cepat dibandingkan perkiraan kita,'' ungkap Luhut.

TOPIK SERUPA | Ini Sebabnya Wanita Lebih Berisiko Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Hanya saja, Luhut juga mewanti-wanti, di sisi lain, kecepatan pelaksanaan vaksinasi dan implementasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan masih tertinggal.

''Ini penting kita cermati. Saya ulangi, kecepatan vakasinasi dan implementasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan masih tertinggal,'' tegas Luhut.

Penurunan PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat dan tidak diikuti implementasi  protokol kesehatan dan penggunaan pedulilindungi. 

JUGA DIBACA | 3 Cara Agar Cepat Pulih Usai Positif Covid-19, Simak Ya!

''Ini Cukup berbahaya. karena dapat mengundang gelombang berikutnya dari Covid-19. Ingat yang lalu kita kena Covid varian alfa, sekarang kita menghadapi varian delta yang lebih dahsyat,'' imbuh dia lagi.

Dia menegaskan, walau terjadi penurunan kasus di berbagai daerah, juga ada daerah yang juga mengalami kenaikan. Karena itulah, Luhut menyarankan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. 

ARTIKEL LAINNYA | Penting, Edukasi Prokes Covid-19 pada Anak

''Selain itu dapat disampaikan juga bahwa perlu kewaspadaan kita semua sekali lagi, karena terdapat peningkatan kasus konfirmasi atau angka kematian di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Seperti di  Kabupaten Sukoharjo, Tegal dan kabupaten Semarang. Ini erly warning juga pada kita. Pada sisi lain turun, tapi ada juga kasus yang kelihatan meningkat. Dan ini yang harus membuat kita semua hati-hati,'' harap dia.

sumber\foto | riausky\pixabay

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini