Diet Paleo, Turunkan Berat Badan Ala Manusia Zaman Purba

Editor: kairos author photo

foto ilustrasi | pixabay

 

KAIROS - AGAK asing daripada model diet atau cara turunkan berat badan lainnya, diet paleo merupakan diet yang dikonsumsi di era Palaeolitik, sekitar 2,5 juta tahun silam, dari manusia zaman batu.

Melansir dari Times of India, diet ini biasanya menekankan makan ikan, daging tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Ini adalah makanan yang bisa diperoleh di masa lalu dengan berburu dan meramu.

BACA PULA | Mengenal Jenis Diet yang Ampuh Turunkan Berat Bodi

Diet paleomembatasi makanan yang menjadi umum ketika pertanian muncul sekitar 10.000 tahun yang lalu. Makanan termasuk produk susu, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Studi menunjukkan bahwa diet paleo dapat turunkan berat badan secara signifikan dan meningkatkan kesehatan Anda bahkan tanpa mengurangi kalori.

Nama umum lainnya untuk diet Paleo adalah diet Paleolitik, diet zaman batu, diet manusia gua dan diet pemburu-pengumpul.

ARTIKEL LAIN | 8 Cara Diet Sehat Turunkan Berat Badan, Ampuh, tak Berbahaya!

Diet paleo bertujuan untuk kembali ke cara makan yang dimakan manusia pada zaman dahulu. Alasan diet ini adalah bahwa tubuh manusia secara genetik tidak cocok dengan diet modern yang muncul dengan praktik pertanian, sebuah gagasan yang dikenal sebagai hipotesis ketidaksesuaian.

Pertanian telah mengubah apa yang orang makan dan dengan cepat mengubah pola makan. Hal ini yang menurut hipotesis, melampaui kemampuan tubuh untuk beradaptasi.

Ketidaksesuaian ini diyakini menjadi faktor penyebab meningkatnya obesitas, diabetes, dan penyakit jantung dalam kehidupan saat ini.

Sebagaimana disiarkan Himedik.com, berikut adalah beberapa makanan yang harus dimakan dan dihindari saat mengikuti diet Paleo.

Makanan untuk dimakan pada diet paleo

> Daging: Domba, ayam, sapi, babi

> Ikan dan makanan laut: Trout, salmon, udang, haddock, kerang

> Telur: Telur yang diperkaya omega-3

> Sayuran: Brokoli, kangkung, bawang bombay, wortel, merica, dan tomat

> Buah-buahan: Apel, jeruk, pisang, pir, alpukat, stroberi, blueberry

> Umbi-umbian: Kentang, ubi jalar, ubi jalar, lobak

> Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, kacang macadamia, kenari, hazelnut, biji bunga matahari, biji labu dan banyak lagi

> Lemak dan minyak sehat: Minyak zaitun extra virgin, minyak alpukat, dan lainnya

> Garam dan rempah-rempah: Garam laut, bawang putih, rosemary dan kunyit dll.

Makanan yang tidak boleh dimakan pada diet paleo

> Gula dan sirup jagung fruktosa tinggi: Minuman ringan, jus buah, gula meja, permen, es krim, dan kue kering

> Biji-bijian: Roti, pasta gandum, spelt, rye, barley

> Kacang-kacangan: Kacang, lentil dan kacang-kacangan lainnya

> Susu: Sebagian besar produk susu termasuk rendah lemak. Tetapi beberapa versi paleo termasuk susu penuh lemak seperti mentega dan keju.

> Beberapa minyak nabati: Minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak biji kapas, minyak biji anggur, minyak safflower dan lain-lain.

> Lemak trans: Ditemukan dalam margarin dan berbagai makanan olahan. Ini disebut terhidrogenasi atau terhidrogenasi sebagian.

> Pemanis buatan: Sucralose, cyclamates, sakarin, acesulfame potassium dan aspartam. Seseorang dapat menggunakan pemanis alami.

JUGA DIBACA | Padahal Sudah Diet, Tapi Berat Badan tak Turun Juga, Nih Penyebabnya

> Makanan olahan tinggi: Sebagian besar makanan berlabel rendah lemak dan makanan diet memiliki banyak aditif. 

> Termasuk pengganti makanan buatan.

Makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil antara lain wine dan dark chocolate. Cokelat hitam memiliki kandungan kakao lebih dari 70 persen lebih tinggi. Cokelat hitam berkualitas sangat bergizi dan sangat sehat.

Itulah info terkait diet paleo atau diet yang dikonsumsi di era Palaeolitik ala manusia zaman batu untuk turunkan berat badan. Semoga bermanfaat.

sumber\foto | ayobandung

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini