Ini Sebabnya Wanita Lebih Berisiko Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Editor: kairos author photo

 

Wanita yang sedang vaksin. foto | m.dream

KAIROS - ANDA mungkin tahu, Vaksin Covid-19 memang memunculkan efek samping. Kondisi ini dinilai wajar karena memang vaksin jenis lainnya juga begitu. 

Namun, efek samping tersebut tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan dan tidak meninggalkan efek jangka panjang pada tubuh.

Mengutip Suara.com, munculnya efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 ini tergantung pada sistem kekebalan tubuh ketika bereaksi terhadap patogen asing.

BACA PULA | Biar Sudah Vaksin COVID-19, Penting Jaga Daya Tahan Tubuh 

Tubuh biasanya cenderung menunjukkan reaksi yang bisa berubah dari ringan hingga parah.

Vaksin Covid-19 bisa memicu gejala yang mirip dengan virus corona Covid-19. 

Dilansir dari Times of India, hal itu karena vaksin Covid-19 adalah tiruan dari virus corona Covid-19 yang sebenarnya untuk memicu respons imun yang diaktifkan oleh infeksi virus corona Covid-19.

TOPIK SERUPA | Maaf Bukan Mau Menakuti..!!! Orang Belum Vaksin, Risiko Tertular Covid, 3 Kali Lebih Tinggi

Efek samping vaksin Covid-19 meliputi demam, kelelahan, mual hingga sakit tubuh dan banyak gejala lainnya. Selain itu, banyak orang juga mengalami gatal-gatal, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan yang hilang dalam 1 atau 2 hari.

Bahkan, sulit untuk memprediksi orang yang berisiko mendapatkan lebih banyak efek samping daripada lainnya. Tapi, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa faktor-faktor tertentu bisa mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami efek samping vaksin Covid-19 parah, terutama pada wanita.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menemukan sebagian besar reaksi efek samping dari vaksin Covid-19 tidak serius. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa wanita mengalami lebih banyak efek samping vaksin Covid-19 daripada pria.

Berdasarkan jumlah total vaksinasi, 79 persen perempuan mengalami efek samping. Meskipun hanya ada sekitar 60 persen dari dosis vaksin Covid-19 yang diberikan kepada perempuan.

Sesuai penelitian, 19 wanita menerima suntikan vaksin Moderna melaporkan reaksi efek samping merugikan. Sedangkan, 44 persen wanita mengeluhkan reaksi anafilaksis setelah suntik vaksin Pfizer.

JUGA DIBACA | ''Yang Belum Vaksin tak Boleh Nonton PON XX Papua''

Dalam hal ini, wanita lebih rentan mengalami efek samping vaksin Covid-19 dibandingkan pria. Banyak peneliti mengatakan hal itu disebabkan oleh faktor perilaku.

Maksudnya, wanita lebih ekspresif tentang penyakit mereka daripada pria. 

Ada kemungkinan bahwa analisis yang diberikan dapat didasarkan pada seberapa vokal seseorang tentang rasa sakit fisik mereka.

Beberapa ahli percaya bahwa wanita lebih mungkin untuk melaporkan efek samping daripada pria. Sehingga, kesimpulannya menunjukkan wanita mengalami lebih banyak efek samping dari vaksin Covid-19.

sumber\foto | suara\m.dream

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini