Isteri Haid, Jangan Anal Seks, Kenali Bahayanya!

Editor: kairos author photo

Tak ada salahnya mendalami bahaya seks anal bagi kesehatan kita. foto | jogja.idntimes

 

KAIROS - SEX anal alias anal seks merupakan praktik seks menyimpang. Penis atau jari, atau pun benda asing seperti vibrator dimasukkan ke dalam anus hanya untuk mendapatkan kenikmatan seksual tertentu. 

Terdapat potensi risiko berbeda yang mungkin tidak ada dalam seks vaginal atau oral. Misalnya, anus tidak dapat secara alami melumasi dirinya sendiri untuk mengurangi ketidaknyamanan dan masalah terkait gesekan, seperti cedera kulit.

Sebagaimana dirangkum dari medicalnewstoday, tulisan ini membahas tentang potensi atau risiko seks anal.

Berisiko infeksi bakteri

Menukar kondom jika berpindah dari seks anal ke vagina menghindari pengenalan bentuk bakteri yang berbeda.

Anus tak punya sel-sel yang menciptakan pelumas alami sebagaimana yang dimiliki vagina. Itu juga tidak memiliki air liur dari mulut. Diketahui, sel atau lapisan rektum jauh lebih tipis dibanding vagina.

Karena seks anal dapat menyebabkan infeksi bakteri hal ini juga meningkatkan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Misalnya, karena kulit lebih cenderung robek saat melakukan seks anal daripada saat berhubungan seks melalui vagina, maka ada peluang lebih besar untuk menyebarkan IMS.

Sejumlah penyakit yang berpotensi menular diantaranya klamidia, gonore, hepatitis, HIV, dan herpes. 

Ini bisa menjadi kondisi jangka panjang, karena banyak IMS susah bahkan tidak dapat disembuhkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menilai seks anal adalah prilaku seksual menyimpang berisiko tertinggi untuk penularan HIV jika dibandingkan dengan bentuk seks lain, seperti seks vaginal atau oral.

Dalam seks anal, penyebaran penyakit HIV/AIDS diketahui 13 kali lebih berpotensi menginfeksi.

Jurnal Sexually Transmitted Infections terbitan tahun 2016 menyebut penggunaan air liur sebagai pelumas merupakan faktor risiko gonore pada pria yang berhubungan seks dengan pria. 

Akibatnya, menggunakan pelumas komersial mungkin merupakan pilihan yang lebih aman.

Menurut jurnal itu, kondom tidak 100 persen efektif mencegah IMS. CDC merekomendasikan bahwa mereka yang berisiko tinggi HIV, seperti orang yang memiliki banyak pasangan seksual atau berada dalam hubungan dengan seseorang yang memiliki HIV, mempertimbangkan untuk mengambil profilaksis pra pajanan, atau PrPP. 

Wasir yang memburuk

Seks anal dapat mengiritasi wasir yang ada.Wasir alias ambeiyen adalah area pembuluh darah di dalam dan di luar rektum yang dapat menyebabkan gatal, sedikit pendarahan, dan terkadang nyeri.

Seks anal bisa mengiritasi wasir, tapi seks anal tidak mungkin menyebabkan (menimbulkan) wasir jika seseorang belum memilikinya.

Kehamilan

Mitos umum menyebut seorang wanita tak akan bisa hamil karena melakukan seks anal. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena air mani (red, sperma) mungkin saja masuk ke dalam vagina setelah seks anal. 

Meskipun kejadian ini tidak mungkin, tapi tetap saja bisa terjadi.

Beberapa kasus menyimpulkan, ada kemungkinan robekan pada lapisan anus atau rektum bisa tumbuh kian besar. Dokter menyebutnya retakan atau robekan besar.

Robekan yang kian membesar sehingga melampaui usus ke bagian tubuh lainnya. Dokter menyebut ini sebagai fistula.

Ini bisa menjadi situasi medis darurat karena memungkinkan tinja dari usus berpindah ke tempat lain dalam tubuh kita.

Apalagi, tinja secara alami mengandung sejumlah besar bakteri penyakit yang kemungkinan besar menyebabkan infeksi dan kerusakan. 

Biasanya dokter menyarankan operasi untuk memperbaiki fistula.

Sekali lagi, ini adalah komplikasi yang jarang terjadi tetapi potensial dari seks anal.

Jadi sahabat, jika isteri (pasangan) Anda sedang haid (menstruasi) sebaiknya Anda bersabar dulu, menunggu beberapa hari. Jangan lakoni anal seks, karena berbahaya bagi Anda sendiri dan tentunya bagi pasangan Anda.

reporter | yey

sumber\foto    jogja.idntimes|\Sexually Transmitted Infections


Share:
Komentar

Berita Terkini