Kenali 5 Gangguan pada Kelenjar Ludah

Editor: kairos author photo

 

Kelenjar ludah (air liur) bisa terganggu yang mempengaruhi kondisi tubuh. foto 

KAIROS - MUNGKIN belum akrab atau kita belum memahami apa itu kelenjar air liur alias kelenjar ludah. Sekadar diketahui, kelenjar ludah ini punya ragam fungsi penting bagi tubuh, terutama menghasilkan air liur yang berperan memproses makanan sebelum dicerna. 

Sekadar diketahui pula, kelenjar ludah itu terdiri dari tiga bagian utama. Pertama kelenjar parotis di kedua sisi pipi bagian bawah, kelenjar sublingual di bawah lidah dan kelenjar submandibular. Ini terdapat di bawah lekuk rahang.

Disamping ke 3 kelenjar ludah ini, ada juga kelenjar liur kecil. Mereka tersebar di langit-langit mulut, lapisan dalam pipi, hidung, rongga sinus, bibir, dan tenggorokan. 

Kelenjar minor dimaksud berukuran sangat kecil. Sehingga kelenjar ini cuma bisa terlihat dengan mikroskop. Duh!

Diketahui pula, selain menghasilkan ludah, kelenjar dimaksud berfungsi sebagai pelumas mulut agar tak kering, membantu proses menelan, melindungi gigi dari bakteri, dan membantu pencernaan makanan.

DISIMAK PULA | Ini 8 Penyebab Ngorok yang Mungkin tak Anda Sadari

Karena peranannya yang sangat penting, kesehatan kelenjar ludah selalu dijaga. Ini penting agar kita terhindar dari beragam gangguan.

Gangguan pada Kelenjar Ludah

Terganggunya kelenjar ludah biasanya ditandai dengan demam, nyeri, pembengkakan, mulut kering, dan ludah terasa tak enak. 

Gangguan ini bisa terjadi meliputi:

1. Infeksi virus dan bakteri

Sejumlah infeksi virus, seperti gondongan, flu, dan HIV. Gejalanya berupa sakit kepala, demam, nyeri sendi, nyeri otot, dan kedua pipi bengkak.

Kelenjar parotis itu sering terinfeksi bakteri, berbeda dengan kelenjar ludah lainnya. 

Ini menimbulkan sejumlah gejala seperti demam, nyeri, dan bengkak pada salah satu sisi pipi.

2. Sialolithiasis (batu di kelenjar ludah)

Kondisi ini penyebab umum kelenjar ludah membengkak. Sialolithiasis ini terjadi ketika kelenjar ludah memproduksi liur berlebihan (red, di dalam mulut). 

Tak pelak lagi zat  dalam air liur (red, kalsium mengeras) bakalan membentuk batu kecil.

Diketahui pula, batu itu bisa menyumbat aliran air liur ke mulut. Tak itu saja kelenjar ludah membengkak dan terasa nyeri. Rasa nyeri saat makan disebabkan karena batu itu menyumbat total. Bahkan, penyumbatan dimaksud berpotensi menyebabkan infeksi.

3. Infeksi sialadenitis

Kektika air liur mengalir ke mulut yang terhambat itu bakal menyebabkan infeksi bakteri pada kelenjar ludah. Infeksi ini bikin kelenjar membengkak, benjolan pada lapisan kulit di atasnya bermunculan, dan mengeluarkan nanah berbau busuk, tak sedap.

ARTIKEL LAINNYA | Diserang Batuk Kering? Nih 7 Cara Alami Meredakannya

Sialadenitis memang lebih sering terjadi pada orang dewasa yang notabenenya punya batu di kelenjar ludah. Tapi bayi pada beberapa minggu pertama kelahiran bisa mengalaminya.

4. Sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren alias Sjögren Sindrom artinya, gangguan autoimun. Ini terjadi saat  sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang mengeluarkan cairan (kelenjar ludah dan air mata).

50 persen penderita sindrom Sjögren, menderita pembesaran kelenjar ludah di kedua sisi mulut. Tapi pembengkakan ini biasanya tak menimbulkan rasa sakit.

Jika kelenjar ludah diserang, sindrom Sjögren akan menyebabkan mulut kering. Tidak itu saja peradangan pada gusi bisa terjadi, gigi rusak, sulit mengunyah dan menelan, batuk kering, suara serak, sulit berbicara, serta masih banyak lagi.

5. Kista

Kista bisa terbentuk di kelenjar ludah kalau terluka, infeksi, tumor, atau batu yang menyumbat aliran air liur. 

Namun sebagian orang lahir dengan kista di kelenjar parotis. Biasanya ini disebabkan adanya gangguan perkembangan telinga.

Kista di kelenjar ludah ini bisa mengakibatkan penderitanya sulit makan, sudah berbicara bahkan sulit untuk menelan. 

Kadang-kadang hal ini disertai lendir kuning yang mengalir keluar dari kelenjar ludah jika kista pecah.

BACA PULA | Rajin Kumur Air Garam untuk Mulut dan Tenggorokan

Sebenarnya kesehatan kelenjar ludah bisa dijaga. Caranya senantiasa rutin merawat kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan menyikat gigi minimal dua kali  per hari. Ingat pula menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

Nah, apabila kamu menderita pembengkakan pada kelenjar ludah atau merasakan gejala lain yang diduga disebabkan gangguan pada kelenjar ludah, jangan ragu untuk pergi ke dokter agar diperiksa.

sumber\foto | alodokter

sumber | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini