Mengenal dari Dekat Bayi Sungsang dan Penanganannya

Editor: kairos author photo

 

Beberapa cara untuk menangani bayi sungsang. foto | mommyasia


KAIROS - KONDISI  bayi sungsang bisa dialami sebagian ibu hamil menjelang persalinan. Bila tidak segera ditangani, komplikasi bayi sungsang pun bisa membahayakan kondisi ibu serta bayi yang dilahirkan. Duh!

Bayi siap lahir sudah berada di posisi sejak usia 32–36 minggu. Namun, beberapa kondisi, bayi tak mampu berbalik sehingga posisi kepala di atas rahim atau berlawanan dengan arah jalan lahir. 

BACA PULA | Menjemur Bayi, Ini Hal-hal yang Wajib Diperhatikan

Ini pulalah yang dinamakan bayi sungsang. Oleh karena itu, bayi sungsang sering bikin si ibu khawatir.

Penyebab Bayi Sungsang dan Cara Menangani

Hingga kini  belum diketahui secara pasti apa penyebab bayi sungsang. Namun, ada beberapa faktor penyebab risiko itu, yaitu:

> Riwayat persalinan prematur

> Hamil kembar dua atau lebih

> Air ketuban terlalu sedikit atau mungkin terlalu banyak 

> Tidak normalnya bentuk rahim 

Sejumlah teknis  mengubah posisi bayi sungsang menjelang lahir, salah satunya metode external cephalic version (ECV). 

ARTIKEL LAINNYA | Biar Jago di Air, Pastikan Umur Bayi Tepat Sebelum Berenang

Teknis ini memberi tekanan pada perut ibu hamil yang bertujuan mengarahkan kepala bayi ke (arah) bawah (red, bibir vagina).

Metode ECV biasanya terjadi pada usia kehamilan pertama menginjak usia 36 minggu, sedangkan untuk kehamilan kedua dan seterusnya biasa pada usia kehamilan 37 minggu.

Meski begitu, calon ibu bayi kembar atau pernah mengalami perdarahan vagina selama hamil dilarang (red, tidak diizinkan) menjalani metode ini, sehingga operasi caesar dianggap satu-satunya cara yang lebih baik.

Nah, apabila kondisi bayi sungsang tak berubah hingga menjelang kelahiran, ada beberapa risiko komplikasi yang mungkin dialami ibu hamil. 

JUGA DIBACA | Ini Saran untuk Ortu yang Punya Bayi Kembar

foto | kumparan


Sebaiknya kenali dulu beberapa komplikasinya:

Komplikasi bayi sungsang pada persalinan normal

Persalinan normal untuk bayi sungsang tetap bisa dilakukan untuk beberapa kondisi, seperti:

> Tubuh bayi yang paling dekat ke jalan lahir, yakni bokong

> Ukuran bayi tak terlalu besar dan panggul ibu tidak sempit

> Kondisi bayi terpantau stabil dan normal

> Berjalan lancar proses pembukaannya 

Untuk ini tenaga ahli atau tim dokter berpengalaman sangat dibutuhkan.

Sementara komplikasi bayi sungsang pada persalinan caesar mungkin terjadi akibat:

> Posisi kaki bayi di bagian bawah bokongnya

> Bayi kembar dengan kondisi salah satunya dalam posisi sungsang

> Berat bayi melebihi 4 kg atau kurang dari 2 kg

> Riwayat caesar dengan panggul sempit

> Terlalu rendah posisi plasenta 

foto | bestmom

Nah, sekadar diketahui wanita hamil bayi sungsang lebih berisiko mengalami ketuban pecah dini. 

Ini menyebabkan janin dalam kandungan harus lahir secepatnya (red, secara prematur).

Khusus untuk persalinan bayi sungsang prematur, sebagian besar dokter merekomendasikan agar menjalani operasi caesar, pertimbangannya karena caesar dipandang lebih aman. 

sumber\foto | alodokter\riausky

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini