Menyusui Bayi, Begini Cara Merawat Payudara yang Benar

Editor: kairos author photo

 

Banyak hal yang harus diperhatikan si ibu saat menyusui bayinya. foto | alodokter 

KAIROS - SELAMA menyusui, merawat payudara merupakan hal penting. Tak cuma menjaga kenyamanan dan kelancaran pemberian ASI  kepada bayi, payudara yang sehat juga bisa mencegah berbagai keluhan yang bisa saja muncul saat menyusu si kecil.

Sekadar diketahui air susu ibu (red, ASI) merupakan asupan nutrisi utama bagi bayi. Nutrisi ini penting bagi bayi untuk tumbuh kembangnya.

Selain menyusui bayi, menyusui pun sebenarnya memberi manfaat bagi ibu. Manfaat itu antara lain mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mengurangi risiko kanker payudara maupun kanker ovarium dan menurunkan berat badan.

BACA PULA | Ini Cara Memperbanyak ASI untuk Kebutuhan Bayi

Ada kalanya muncul pelbagai keluhan saat menyusu misalnya nyeri pada puting, puting lecet, pecah-pecah, payudara bengkak, penyumbatan saluran susu, serta mastitis alias infeksi payudara.

Nah, setelah tahu bagaimana cara merawat payudara, setidaknya ini menjadikan payudara Anda sehat dan masalah lain yang ditimbulkan, bisa diminimalisir.

Teknis  Merawat Payudara 

Berikut langkah merawat payudara saat menyusui si kecil.

1. Posisi menyusui

Menemukan posisi menyusui yang pas, bukan hal yang mudah. Untuk beberapa situasi, seperti melahirkan dengan operasi caesar, punya bayi kembar, atau memiliki payudara besar, si bayi bakal merasa nyaman jika posisi menyusui sudah benar.

TOPIK SERUPA | Moms, 3 Hari Pertama Sukses Menyusui Bayi Baru Lahir

Tak cuma nyaman, posisi menyusu bisa mencegah masalah payudara. 

Disarankan kepada ibu menyusui, untuk segera mendapatkan posisi yang benar.

2. Pelekatan yang benar

Selain posisi menyusu, pelekatan yang pas pun penting diketahui. Nah, posisi yang baik, ketika mulut si bayi tidak cuma menempel pada puting, tetapi juga menutupi sebagian besar area gelap (areola) di sekitar puting.

Tak cuma itu, pelekatan yang pas bisa diketahui saat ibu tidak merasakan nyeri saat menyusui bayi. ASI akan terlihat keluar secara lancar. Tapi jika pelekatan salah, bisa menyebabkan payudara luka maupun lecet.

3. Pastikan payudara kosong setelah menyusui

Ibu menyusui harus mengosongkan payudara secara optimal. Ini penting mencegah pembengkakan payudara atau penyumbatan saluran ASI. Susuilah si kecil sesuai kebutuhannya. Bisa menyusui bagian kiri atau kanan atau secara bergantian.

Setelah si Kecil menyusu, --apabila payudara terasa penuh--Anda dapat memompa ASI yang tersisa.

4. Jangan pakai bra ketat

Tak cuma sekadar nyaman, pemilihan dan penggunaan bra yang pas ketika menyusu perlu diperhatikan. Ini penting mencegah tekanan berlebihan di payudara.

ARTIKEL LAINNYA | Ibu Positif Covid-19 Jangan Khawatir Susui Bayi

Ibu menyusu, dianjurkan memakai bra khusus menyusui selama proses pemberian ASI. Anda pun bisa menggunakan bra biasa yang ukurannya lebih besar, tetapi bra menyusui biasanya memiliki desain yang sudah tersesuaikan.

5. Rutin pijat payudara 

Agar aliran ASI lancar, pijat payudara Anda sesering mungkin. Teknis lainnya bisa dengan cara mengkompres air hangat payudara secara rutin. 

Ini penting agar saluran air susu terbuka dan mengantisipasi penyumbatan di kelenjar ASI. Seandainya terasa nyeri, keras, dan bengkak, Anda cukup menggantinya dengan kompres dingin.

Setiap ibu menyusui dituntut membersihkan puting dengan lembut dengan air hangat. Ingat hindari penggunaan sabun agar kulit tak kering, pecah-pecah dan mengalami iritasi.

Hal lain yang perlu dilakoni, mengoleskan  beberapa tetes ASI pada puting dan biarkan hingga kering setiap kali selesai menyusui. 

sumber\foto | alodokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini