Padahal Baru Lahir, Bayi Ini Langsung Dibuang

Editor: kairos author photo

   

Tim medis memberi pertolongan pertama terhadap bayi yang dibuang. foto | prokal

KAIROS - DESA Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sontak heboh. Pasalnya warga setempat menemukan sesosok bayi merah berjenis kelamin laki-laki, Senin (20/9) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB. Kuat dugaan bayi tak berdosa itu sengaja dibuang orang tuanya.

Info diperoleh, bayi malang itu awalnya ditemukan Mesja. Kakek berusia 76 tahun it masih terjaga dari tidurnya. 

Tiba-tiba dia terbangun lantaran mengedar suara bayi menangis di dekat rumahnya. 

BACA PULA | Kisah Mahasiswi Akper, Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

Mesja kemudian membangunkan istrinya untuk membantu mencari dari mana datangnya sumber suara bayi itu. 

Ketika membuka pintu rumahnya, alangkah terkejutnya dia yang menyaksikan ada bayi tergeletak tepat di teras rumahnya. 

”Atas temuan itu, saksi (Mesja) kemudian melapor ke Ketua RT setempat. Selanjutnya ke pihak desa agar memberi pertolongan pertama pada bayi laki-laki itu,” kata IPDA Rahmat Efendi, Kapolsek Telawang, Senin (20/9/2021) siang.

Polisi menduga, bayi itu baru saja lahir hingga kemudian dibuang. 

Soalnya, ketika baru ditemukan, tali pusar bayi masih menempel di tubuhnya.

ARTIKEL LAINNYA | Wanita 18 Tahun Lahirkan Bayinya Sendirian Hasil Hubungan Gelap, Lalu Dibuang

”Kami sudah evakuasi bayi itu ke RSUD dr Murjani Sampit. bayinya sehat,” terang polisi.

Pengakuan Ayah Janin Korban Aborsi, 'Gituan' 6 Kali di Indekos

Di tempat terpisah, jajaran Polsek Samarinda Ulu membongkar kasus pembuangan bayi diluar nikah. Polisi mengamankan ayah dari janin korban aborsi yang ditemukan meninggal di pot bunga Jalan Monginsidi, Rabu (22/9/2021). 

Ayah korban janin aborsi itu berinisial Yr diperiksa polisi dengan status saksi. 

Dia mengenal pelaku inisial NA dari aplikasi percakapan MyChat pada Agustus 2020 lalu. 

"Sudah lama. Dari bulan Agustus sampai 2020 bulan lima. Kenalnya lewat Mychat. Terus diajak ketemu. Ya pas ketemu dikasih nomor WA. Jadi kita saling kontak," kata Yr. 

Pria bekerja sebagai sopir ekspedisi mengenal pelaku aborsi NA kuliah di salah satu universitas di Samarinda. 

JUGA DIBACA | Kamu Sedang Hamil, Hindari 12 Makanan Ini Ya!

Keduanya berhubungan badan 6 kali di indekos. 

Setelah itu, keduanya berpisah. Pelaku aborsi NA yang meminta putus hubungan dan selalu marah bila dihubungi Yr. 

"Dia minta putus. Dia blokir nomor WA saya. Katanya sudah punya cowok dan dia pasang foto cowok di website. Saya telepon, dia selalu marah. Dia pernah MyChat bilang kamu mau apa. Saya sudah punya cowok," kata Yr. 

Pria Yr mengetahui bahwa NA hamil dan ingin bertanggung jawab. Keluarganya sempat hendak mendatangi keluarga NA namun ditolak. 

"Sempat keluarga saya mau mendatangi keluarganya. Keluarga saya mau kesana. Tapi dihalangi. Katanya mau apa. Dia hina saya. Dia bilang kamu monyet, miskin dan tak mau hidup menderita," jelas Yr. 

Sebelumnya, masyarakat di Jalan Wolter Monginsidi Gang 2 RT 22 Kelurahan Dadi Mulya, digegerkan penemuan jasad janin di dekat pot bunga tertutup pasir di kamar 202 indekos Swadaya, Rabu (22/9/2021). 

Penemuan itu, membuat ada dugaan janin berasal dari aborsi salah seorang mahasiswi penghuni indekos berinisial NA (25). Kepolisian mendapat laporan kejadian ini langsung menyelidikinya dengan memasang policeline (garis polisi). 

Tim dari Inafis Satreskrim Polres Samarinda menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Peralatan seperti ember merah, kantong plastik berisi minuman bersoda dengan bercak darah dan kotak berisi janin diamankan. Sedangkan jasad janin dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjachranie.

Terkuaknya kasus ini adanya laporan dari rumah sakit ke polisi dikarenakan ada wanita mengalami pendarahan. 


sumber\foto | RadarSampit\PROKAL

reporter | richard

Share:
Komentar

Berita Terkini