Gawat! Kurang Piknik Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Editor: kairos author photo

 

Piknik sangat penting, dan baik untuk kesehatan. foto ilustrasi | lokadata

KAIROS - AKIBAT kurang piknik, bisa bahaya? Duh! Sekadar diketahui, bekerja memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengejar karier, menabung, dan lain-lain, semuanya itu sangat penting. Namun tahu kah Anda, jika terlalu asyik bekerja dapat membuat Anda lupa akan pentingnya rekreasi hingga berdampak buruk bagi kesehatan. 

Akibat kurang piknik ternyata bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah mental atau kejiwaan, depresi, obesitas, dan penurunan fungsi kognitif otak.

Sementara kalau Anda aktif secara fisik dan rutin berekreasi mampu mengurangi risiko penyakit-penyakit kronik seperti depresi, Alzheimer, diabetes, hipertensi, osteoporosis dan penyakit jantung.

Dari studi yang dipublikasikan Curtin University, Australia, olahraga dan rekreasi kedua jenis aktivitas ini mampu mengusir stres psikologis sebesar 34 persen apabila dilakoni 1-3 kali seminggu, dan 46 persen bila dilakoni lebih dari empat kali dalam seminggu. 

Nah, orang yang rutin piknik (red, rekreasi) dan olahraga terbukti mampu menjalani hidup dengan rileks dan lebih sehat.

Tidak hanya itu, studi lainnya Mayo Clinic di Amerika Serikat mengatakan, orang yang gabung dalam suatu kelompok atau komunitas yang rutin melakoni kegiatan rekreasi mampu menurunkan efek stres. 

Hal ini juga berdampak pada prilaku.

Di samping itu, menurut Australian Institute of Criminology, partisipasi dalam suatu kegiatan komunitas yang positif secara signifikan mampu menurunkan angka kriminalitas. 

Aktivitas rekreasi mampu membuat partisipan memiliki gambar diri yang lebih baik dan memperoleh kepuasaan.

Peningkatan kualitas hidup juga diperoleh seperti meningkatnya rasa 'pede' alias percaya diri, dan cenderung memiliki karakter serta spiritualitas yang lebih baik. 

Di samping itu pula, aktivitas rekreasi dapat membuat Anda lebih mampu mengatasi masalah-masalah dalam pekerjaan.

Jadi, jika Anda kurang piknik, kesehatan tubuh dan jiwa mungkin saja terganggu. Sesibuk apapun, Anda sangat disarankan untuk tetap menyempatkan diri untuk rekreasi, setidaknya satu kali dalam seminggu. 

Rekreasi atau liburan tidak harus dengan bepergian ke luar negeri atau ke luar kota. 

Anda cukup luangkan waktu untuk berjalan santai, berolahraga di taman kota, atau piknik pada akhir pekan. Selamat mencoba!

sumber\foto | klikdokter\lokadata

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini