Jangan Angkat Beban Berat, Ini Bahayanya untuk Ibu Hamil

Editor: kairos author photo

 

Ibu hamil disarankan tidak mengangkat beban berat. foto | pixabay

KAIROS – MENGANGKAT berat badan apalagi dalam kondisi hamil? Duh, jangan dulu lah ya! Disaat perut ibu hamil yang kian membesar tak jarang memengaruhi aktivitas ibu hamil. Itu sebabnya banyak orang yang merasa khawatir saat melihat ibu hamil beraktivitas berat termasuk mengangkat beban berat. 

Apalagi saat hamil, aktivitas apa pun yang dilakukan ibu akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin di dalam perutnya. Lantas, kenapa ibu hamil enggak boleh mengangkat beban berat? Simak penjelasannya di sini.

Seiring pertumbuhan janin, ibu akan mengalami banyak perubahan yang dapat memengaruhi keseimbangan dan kondisi fisik tubuh. Misalkan adanya peningkatan hormon progesteron. 

Kondisi ini membuat otot dan persendian pinggul menjadi kendur dan melemas. Akibatnya, saat ibu mengangkat beban berat, aktivitas itu akan memberikan tekanan lebih besar pada punggung bawah, sehingga membuat otot dan persendian tubuh bawah rentan mengalami kram atau terkilir. 

Begitu juga adanya perubahan pusat gravitasi tubuh pada ibu hamil. Sebab saat hamil, pusat gravitasi tubuh akan bergeser ke depan. Perubahan ini membuat ibu hamil lebih mudah kehilangan keseimbangan, sehingga membuat ibu hamil lebih rentan mengalami cedera.

Dampak Mengangkat Beban Berat

Jika pun terpaksa harus melakukan, ada beberapa hal yang harus ibu perhatikan sebelum mengangkat beban berat. Sebab, jika dilakukan sembarangan, mengangkat beban berat bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Apa saja sih dampak sering mengangkat beban berat?

Nyeri punggung. 

Ini terjadi karena mengangkat beban berat akan menambah beban kerja punggung, membuatnya semakin rentan mengalami nyeri.

Terpeleset dan jatuh. 

Ini terjadi karena bertambahnya massa tubuh dan pergeseran pusat gravitasi tubuh membuat ibu rentan kehilangan keseimbangan dan mudah terjatuh.

Preeklampsia. 

Studi menemukan, ibu yang mengangkat beban lebih dari 10 kilogram selama awal kehamilan lebih rentan menderita preeklampsia dibandingkan yang tidak.

Kelahiran prematur.dan keguguran. 

Beberapa studi menunjukkan terlalu sering mengangkat beban saat hamil meningkatkan risiko kelahiran bayi lahir dengan berat rendah (BBLR) hingga keguguran.

Tips Mengangkat Beban Berat saat Hamil

Berikut beberapa tips aman untuk mengangkat beban berat saat hamil :

Pastikan ibu tidak mengangkat beban lebih dari 9 kilogram secara terus-menerus.

Perhatikan jarak tempuh saat mengangkat beban. Sebab, ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengangkat beban dalam jarak jauh. 

Jika beban terlalu sulit, ibu perlu meminta bantuan orang lain. Atau gunakan alat bantu seperti troli, stroller, atau tas ransel yang memudahkan ibu mengangkat beban.

Jika ingin mengambil beban yang lebih rendah, raih barang dengan berjongkok dan menekuk lutut. Posisikan kaki selebar bahu dan usahakan punggung tetap lurus saat berjongkok. 

Upayakan mengambil beban rendah dengan menunduk, sebab posisi ini meningkatkan risiko terjatuh dan cedera.

Angkat beban dengan kekuatan bertumpu pada lutut dan kedua kaki dan dekat barang sedekat mungkin dengan tubuh. 

Saat mengangkat beban, dorong tubuh ke atas secara perlahan dan bernapaslah lewat mulut, sehingga perut rata dan dasar panggul berkontraksi. 

Jangan lupa untuk menyeimbangkan beban terlebih dahulu (antara sebelah kiri dan kanan) untuk mengurangi tekanan pada perut dan melindungi pinggang.

Jangan membuat gerakan menyentak tiba-tiba saat mengangkat beban. Sebab, gerakan ini bisa meningkatkan risiko kram pada perut dan berbahaya pada perkembangan janin.

Jika ibu ingin mengangkat beban berat, ada baiknya ibu bicara pada dokter terlebih dulu. Ini untuk meminimalisir kemungkinan cedera atau risiko lain yang berdampak pada kondisi ibu dan janin

sumber\foto | halodoc\pixabay

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini