Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Pakai Topi? Nih Penjelasannya

Editor: kairos author photo

  

Bayi pakai topi. foto | orami.

KAIROS - SEBAGIAN orangtua kerap memakaikan topi pada bayi yang baru lahir. Sebenarnya apa sih manfaatnya? Simak penjelasan dokter lewat ulasan berikut ini.

Saat menjenguk bayi baru lahir, umumnya Anda akan melihat si kecil sedang terbungkus selimut hangat dan memakai topi lucu di kepalanya.

Tak hanya sebagai aksesori di kepala, ternyata ada alasan mengapa bayi baru lahir perlu pakai topi.

Lantas apa fungsi topi bayi itu? 

dr Reza Fahlevi, Sp A menjelaskan, saat di dalam rahim, bayi berada di suhu yang sangat hangat dan lembap.

Namun saat dia lahir, lingkungan luar rahim yang berbeda dapat membuat bayi kehilangan panas tubuh melalui kepala mereka.

Oleh karena itu, sebagian besar rumah sakit akan menyediakan topi untuk dipakai bayi segera setelah mereka lahir.

“Jika bayi tidak memakai topi, ia bisa kehilangan panas tubuhnya. Tapi kalau dia pakai topi maka kehilangan panas tubuh bisa dicegah, sehingga bayinya menjadi lebih hangat dan juga mencegah hipotermia pada bayi,” ucap dr Reza.

Melansir dari BabyCenter, bayi baru lahir dengan kondisi sehat hanya perlu memakai topi selama beberapa hari.

Begitu meninggalkan rumah sakit, bayi sebenarnya tidak perlu mengenakan topi, kecuali cuaca di luar atau di rumah sangat dingin.

Namun bagi bayi yang sedang sakit atau lahir prematur, mereka mungkin perlu memakai topi lebih lama. Mereka dapat memakai topi hingga tubuhnya sehat atau lebih kuat.

Bayi tidak perlu selalu mengenakan topi. Si kecil bisa pakai topi saat di luar rumah dan untuk melindungi kepalanya dari sinar ultraviolet (UV).

Apabila si kecil mulai rewel, wajahnya memerah, dan berkeringat, segera lepaskan topi dari kepalanya dan bawa bayi ke tempat yang lebih sejuk.

Selain itu, tidak disarankan pakai topi saat tidur. Pakai topi dapat meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) akibat kepanasan atau saat tidur.

Untuk mencegah SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak, ibu dapat menjaga kehangatan tubuh bayi dengan cara menggendongnya.

Pastikan untuk menjaga kepala bayi tetap terbuka. Hindari meletakkan selimut, bantal atau boneka di sekitar ranjang bayi.

Orangtua juga bisa mengatur suhu ruangan agar bayi tidak kepanasan atau kedinginan.

Dilansir dari WebMD, suhu ruangan ideal untuk bayi berada di angka 20 dan 22 derajat Celsius.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa hal berikut untuk menjaga bayi tetap hangat:

Segera keringkan kulit bayi yang basah untuk mencegah kehilangan panas lebih lanjut.

Lakukan kontak kulit atau skin to skin dengan cara menggendong atau memeluk bayi.

Gunakan penghangat ruangan saat udara sedang dingin.

sumber\foto | klikdokter\babycenter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini