Sebelum Ganti Skincare, Ini yang Perlu Diperhatikan

Editor: kairos author photo

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengganti skincare. foto | kepogaul

KAIROS - GANTI skincare, hal yang lumrah. Namun, Anda tidak boleh sembarangan menggantinya. Bagi kebanyakan orang, pakai skincare telah menjadi kebutuhan dan rutinitas penting. Untuk mendapatkan kondisi kulit yang sehat, beberapa orang sampai harus mengganti dan mencoba berbagai jenis produk skincare. 

Ganti skincare sebetulnya boleh-boleh saja, terlebih jika Anda merasa tak ada perubahan di kulit setelah memakai produk itu sekian lama.

Namun sebelum mengganti produk skincare, Anda harus memerhatikan dan melakukan beberapa hal berikut ini, ya.

1. Tes Skincare Terlebih Dulu

Dokter Devia Irine Putri mengatakan, untuk meminimalkan iritasi atau break out saat ganti skincare, Anda dapat melakukan test patch terlebih dulu.

“Bisa dilakukan patch test dulu di bagian kulit tertentu, misalnya di leher atau lengan dalam. Hal ini bertujuan untuk melihat reaksi kulit”, ungkapnya. 

“Perhatikan pula saat mencampurkan skincare yang akan digunakan. Misalnya ingin menggunakan skincare yang memiliki sifat eksfoliasi (AHA/BHA), jangan campurkan dengan skincare berbahan aktif (misalnya retinol), karena dapat memicu iritasi,” saran dr Devia Irine.

2. Kenali Jenis Kulit Anda

Mengetahui jenis kulit merupakan hal yang paling penting sebelum ganti skincare. Misalnya, jika tipe kulit Anda berminyak dan sedang mengalami jerawat. 

Anda dapat memilih produk perawatan yang fokus mengatasi jerawat untuk tipe kulit berminyak

Tidak disarankan untuk sembarangan mengganti dan memilih skincare tanpa mengetahui jenis atau tipe kulit Anda.

3. Ketahui Kandungan Skincare Sesuai Jenis Kulit

Anda juga harus tahu bahan skincare yang sesuai atau dibutuhkan kulit. Berikut merupakan contoh panduan mencari pelembap sesuai jenis kulit:

Untuk kondisi kulit berminyak, gunakan produk mengandung asam alfa hidroksi, benzoil peroksida, serta asam hialuronat. Bahan-bahan tersebut efektif mengendalikan produksi sebum berlebih. 

Skincare mengandung asam hialuronat juga dapat menghidrasi dan melembapkan kulit tanpa  harus membuat wajah lebih berminyak. 

Untuk kondisi kulit kering, Anda bisa menggunakan produk skincare mengandung shea butter dan asam laktat. Bahan itu dapat menghidrasi kulit lebih lama dan mencegah pengelupasan kulit kering. 

Untuk orang dengan kulit sensitif, gunakan produk mengandung bahan alami, seperti lidah buaya, oatmeal, atau shea butter. 

Bahan-bahan tersebut dapat melembapkan, tidak mengiritasi, dan tidak merusak lapisan kulit.

4. Berikan Waktu untuk Kulit Beradaptasi

Butuh waktu bagi skincare bekerja memperbaiki kulit. Untuk melihat hasil atau perubahan kulit setelah pakai skincare, Anda bisa menunggu selama 6 hingga 12 minggu.

Waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil kerja skincare juga bergantung dari produk yang digunakan. 

5. Jangan Ganti Seluruh Skincare dalam Satu Waktu

Pastikan Anda mengganti produk skincare satu per satu, bukan semua sekaligus. Apabila kulit mengalami reaksi alergi atau iritasi, Anda dapat menduga skincare terbaru itu tidak cocok untuk kulit. 

Kulit wajah yang tidak menunjukkan perubahan atau malah semakin memburuk dapat menjadi tanda untuk mengganti skincare.

Lantas, bila kondisi kulit semakin kering, terkelupas, dan terasa perih, bisa menjadi tanda bahwa produk skincare yang Anda gunakan mengandung bahan yang kurang tepat . 

Untuk mendapatkan perawatan kulit atau mengetahui skincare yang cocok, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit dan kecantikan. 

Nantinya, dokter dapat memeriksa kondisi kulit dan menyarankan produk perawatan yang tepat. 

sumber\foto | klikdokter\kepogaul

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini