Tahukah Kamu, Nih Manfaat Kacamata Anti Radiasi

Editor: kairos author photo

   

Kacamata anti radiasi yang bermanfaat melindungi mata. foto | hellosehat

KAIROS - KACAMATA anti radiasi, salah satu alat pelindung mata yang penting untuk dimiliki. Karena sadar atau tidak, mata Anda mungkin sering terpapar radiasi, misalnya sinar ultra violet (UV) dari matahari atau cahaya biru dari layar gadget, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan mata.

Radiasi sinar UV dari matahari dan sinar biru dari gadget (blue light), misalnya layar komputer atau laptop, bisa merusak jaringan dan struktur mata, termasuk kornea dan lensa mata.

Kegunaan Kacamata Anti Radiasi

Makanya, untuk mengantisipasi risiko itu, kamu perlu menggunakan alat pelindung mata berupa kacamata anti radasi. 

Lensanya yang terbuat dari bahan khusus mampu menghalau dan mencegah sinar UV dan blue light masuk ke mata.

Manfaat Kacamata Anti Radiasi bagi Kesehatan Mata

Kacamata anti radiasi merupakan alat pelindung mata yang penting untuk digunakan, terutama saat Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari atau ketika menggunakan gadget dalam waktu yang lama.

Secara umum, berikut adalah beberapa manfaat kacamata anti radiasi untuk mata:

Mencegah kerusakan mata

Manfaat utama dari penggunaan kacamata anti radiasi adalah melindungi mata dari bahaya akibat paparan sinar UV berlebihan, seperti  kerusakan retina, degenerasi makula, katarak, kanker mata, dan pterygium pada mata.

Selain itu, kacamata anti radiasi juga bisa meningkatkan kemampuan penglihatan dan mencegah munculnya rasa silau atau ketidaknyamanan pada mata saat Anda beraktivitas di bawah terik matahari.

Meringankan mata lelah dan mata kering

Gejala mata lelah dan mata kering kerap dirasakan bila seseorang telah melihat layar gadget terlalu lama.

Biasanya, mata lelah dan mata kering kerap dialami oleh pekerja atau anak yang sedang sekolah online karena menatap layar komputer berjam-jam Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang terlalu lama terpapar sinar matahari, khususnya ketika matahari sedang terik.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan kacamata anti radiasi dapat membantu mencegah dan meringankan gejala mata lelah dan mata kering, serta ketegangan mata akibat radiasi sinar biru dan sinar UV.

Meningkatkan kualitas tidur

Paparan sinar biru yang berlebihan bisa membuat produksi hormon melatonin di dalam tubuh terganggu. Hal ini bisa mengganggu siklus bangun dan tidur alami tubuh (irama sirkadian), sehingga Anda bisa merasa sering mengantuk di siang hari dan susah tidur di malam hari (insomnia).

Nah, untuk mencegah dampak buruk paparan sinar biru itu, kamu bisa menggunakan kacamata anti radiasi. Kacamata ini bisa menghalau sinar biru yang masuk ke mata dan membuat hormon melatonin tetap diproduksi dengan lancar.

Dengan begitu, waktu dan kualitas tidur Anda pun akan terjaga, meskipun Anda sering menatap layar gadget saat bekerja.

Namun, agar lebih aman, Anda sebaiknya tetap membatasi waktu penggunaan gadget di luar kepentingan pekerjaan atau pendidikan, ya.

Orang dewasa dianjurkan untuk membatasi waktu pemakaian gadget (screen time) maksimal 2 jam per hari, sedangkan pada anak-anak maksimal 1 jam.

Agar manfaat kacamata anti radiasi di atas bisa Anda rasakan, pastikan untuk memilih kacamata yang terbuat dari lensa yang mampu menangkal radiasi, baik sinar UV maupun sinar biru, dan lensa yang terpolarisasi untuk mengurangi silau pantulan cahaya matahari.

Terapkan juga tips lain untuk menjaga kesehatan mata, seperti rutin mengistirahatkan mata ketika mata sudah lelah, mengonsumsi makanan bergizi, dan membatasi waktu untuk menggunakan gadget setidaknya 2−3 jam sebelum waktu tidur.

Itulah manfaat kacamata anti radiasi yang penting untuk Anda ketahui. Jika selama ini Anda jarang menggunakan alat pelindung mata ini saat beraktivitas di bawah terik matahari atau bekerja di depan layar komputer, kini cobalah untuk mulai menggunakannya.

Kalau kamu masih punya pertanyaan seputar manfaat kacamata anti radiasi atau memiliki keluhan pada mata, terutama akibat paparan sinar UV atau blue light, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter mata yang kamu rekomendasi.

sumber\foto | alodokter

reporter | yey


Share:
Komentar

Berita Terkini