Terlalu Baik Pada Orang Lain tak Selalu Positif, Ini Efek Buruknya

Editor: kairos author photo

 

foto ilustrasi | ayobandung

KAIROS - JADI seorang yang baik memang hal positif. Tapi jangan salah, menjadi seseorang yang terlalu baik kepada orang lain punya dampak buruk. 

Setidaknya berikut efek buruk menjadi seseorang yang terlalu baik kepada orang lain. 

Jika dilakukan dengan tepat, berbuat kebaikan bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia, terhindar dari stres, dan memiliki hubungan yang erat dengan orang lain.

Perbuatan baik juga dapat memunculkan kebaikan lainnya. Energi positif yang mengalir ketika berbuat baik bisa saja menggugah hati orang lain untuk melakukan hal yang sama. Kebaikan juga tentu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Dampak buruk menjadi seseorang yang terlalu baik

Meski perbuatan baik bisa memberikan banyak manfaat, tapi jika dilakukan secara berlebihan, sikap ini justru bisa merugikan dirimu sendiri. Ketika kamu bersifat terlalu baik terhadap orang lain, kamu mungkin bisa saja mengalami beberapa dampak berikut ini:

1. Mengkritik dan menyalahkan diri sendiri

Seorang yang terlalu baik biasanya akan melindungi orang lain, tetapi cenderung mengkritik dan menyalahkan diri sendiri. Jadi, ketika orang lain berbuat salah, mereka bisa mewajarkan dan memaafkannya, tapi cenderung mencari titik kesalahan pada diri sendiri. Sifat ini kerap dimiliki oleh para people pleaser.

2. Rasa kecewa

Saat berbuat terlalu baik, mungkin hati kecilmu berharap agar orang lain juga melakukan hal yang sama kepadamu. Jika hal ini tidak terwujud, kamu mungkin akan menjadi lebih mudah merasa kecewa. Kekecewaan ini tentu bisa melukai perasaan dan emosimu.

3. Berisiko terjerat dalam hubungan yang toxic dan abusive

Hati-hati, sikapmu yang memaksakan untuk selalu berbuat baik bisa membuatmu terjebak dalam hubungan yang toxic dan abusive. Karena sifatmu yang satu ini, orang lain bisa saja menyepelekan, merendahkan, dan memperlakukanmu dengan tidak adil.

Sifatmu yang terlalu baik juga bisa saja menjadi alasan bagi beberapa orang untuk memanfaatkanmu. Hal ini bisa membuatmu berisiko terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic.

4. mengganggu kesehatan mental

Memendam emosi kemarahan, kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan saat kamu berusaha menjadi orang yang selalu baik nyatanya dapat berpengaruh pada kesehatan mentalmu, lho.

Pasalnya, emosi yang menumpuk bisa membuatmu stres dan melampiaskannya pada kebiasaan yang buruk, seperti konsumsi minuman beralkohol atau bahkan mengggunakan obat-obatan terlarang.

Emosi terpendam itu juga lama kelamaan bisa membuatmu lebih berisiko terkena gangguan mental tertentu, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Berbuat baik memang merupakan sikap terpuji dan menjadi dambaan bagi banyak orang. Meski begitu, jangan sampai kamu melakukannya secara berlebihan hingga merugikan dirimu sendiri, ya.

Mulai saat ini, cobalah lebih banyak berbuat baik untuk dirimu sendiri. Sebelum kamu menghargai orang lain, hargailah dirimu sendiri. Tidak ada salahnya untuk menolak saat kamu benar-benar tidak bisa melakukannya, karena segala sesuatu memang ada porsinya.

sumber\foto | alodokter\ayobandung

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini