Baru Seminggu Kenalan, Pria 22 Tahun Nikahi Nenek 4 Cucu

Editor: kairos author photo

 

Pasangan suami isteri yang terpaut 34 tahun. foto | jpnn

KAIROS - CINTA itu memang buta. M Riswan (22) dan Patimah (56) pun merasakannya. Meski terpaut 34 tahun, mereka tak ragu melangkah ke jenjang pernikahan.

Riswan dan Patimah melangsungkan pernikahan di rumah orang tua sang pria di Desa Parigi, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Kamis (8/11/2021).

Pernikahan pria yang karib disapa Wawan itu dengan Patimah berlangsung sederhana. Mahar hanya berupa uang Rp 100 ribu dan Alquran.

Pernikahan beda usia itu sontak menjadi buah bibir di media sosial. Para netizen memperbincangkan pernikahan Wawan dan Patimah.

Patimah mengaku, dirinya bertemu Wawan di kawasan Pasar Keramat sekitar seminggu yang lalu.

Saat itu Patimah yang merupakan penjual ayam di kawasan Pasar Nagara hendak mengantar barang dagangannya ke pelanggan.

Wanita yang karib disapa Acil Mantili itu tidak sengaja bertemu Wawan yang bekerja sebagai buruh.

“Pertemuan pertama biasa saja. Paling dalam hati bungasnya (gagah) lakian itu,” ujar Mantili, Jumat (9/11/2021) silam.

Mereka kembali bertemu tak lama berselang. Wawan yang sudah menduda itu memberanikan diri berswafoto bersama Patimah.

“Setelah perkenalan, Wawan membawai (mengajak) kawin. Namun, tidak langsung diiyakan,” tutur wanita yang menjanda sejak 2010 itu.

Patimah yang sudah 13 kali menikah lambat laun jatuh cinta. Dia menilai Wawan sosok yang dewasa dan bertanggung jawab.

Patimah pun langsung mengiyakan ajakan Wawan untuk naik pelaminan.

“Ini pernikahan yang ke-14 bagi saya, sedangkan bagi suami saya yang kedua,” ucap Patimah.

Setelah melangsungkan pernikahan di rumah, mereka berencana mendaftar di KUA. Saat ini mereka masih menunggu momen yang tepat.

“Semoga pernikahan ini menjadi yang terakhir,” kata Patimah.

Patimah mengaku sangat senang karena bisa menikah setelah menjanda selama delapan tahun.

Keluarga kami berdua mendukung. Bahkan anak saya senang karena ibunya tidak hidup sebatang kara lagi,” kata wanita yang memiliki empat cucu itu.

Sadar dengan usianya yang tidak muda lagi, Patimah menyerahkan kemungkinan memiliki anak kepada Tuhan.

“Kalau diberi anak, ya, disyukuri,” ucap Patimah.

Sementara itu, Wawan mengaku menikahi Patimah karena sudah kadung cinta.

“Ini juga supaya jangan sampai ada gosip yang tidak baik dari warga,” tutur Wawan.

Dia pun berharap bisa memiliki anak dari pernikahan kali ini. Sebab, dia tidak dikaruniai anak dari pernikahan pertamanya. 

sumber\foto | jpnn/RadarBanjarmasin

reporter | richard

Share:
Komentar

Berita Terkini