Dilarang..!! Alasan Penderita Demensia Mengemudi

Editor: kairos author photo

 

Penderita demensia yang dilarang mengemudi. foto ilustrasi | pixabay 

KAIROS - PENDERITA demensia berisiko tinggi mengalami kecelakaan ketika berkendara sendiri. Ketahui selengkapnya di sini.

Sekadar diketahui, berkendara yang aman membutuhkan perhatian, konsentrasi, dan kemampuan mengikuti aturan dengan baik. Semua hal itu cenderung sulit dilakukan penderita demensia.

Pasalnya, orang dengan demensia dapat kehilangan kemampuan mengingat dan konsentrasi. Makanya, mereka sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan sendiri.

Apa saja risiko mengendarai kendaraan sendiri bagi penderita demensia? Ketahui di sini dan cara mencegahnya.

Mengapa Penderita Demensia Sebaiknya Berhenti Mengemudi?

Melansir Mayo Clinic, orang dengan demensia ringan berisiko lebih besar untuk mengemudi dengan tidak aman, dibandingkan orang-orang berusia sama tanpa demensia.

American Academy of Neurology sangat merekomendasikan penderita demensia ringan untuk berhenti mengemudikan kendaraan sendiri.

Pada kondisi demensia yang sangat ringan, mungkin pasien masih dapat mengemudi dengan aman. Tetapi, ketika ingatan dan fokus memburuk, sebaiknya segera ambil tindakan untuk berhenti mengemudi.

Pasalnya, hal ini bisa membahayakan keselamatan pengendara lainnya atau pengguna jalan.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, sebenarnya perihal kapan orang dengan demensia disarankan berhenti mengemudikan kendaraan bergantung pada kondisinya.

Dia menjelaskan, jika sudah ditemukan gejala demensia seperti halusinasi visual umum atau gangguan perilaku impulsif, sebaiknya penderita tidak mengendarai kendaraan sendiri.

Mengemudi menjadi pantangan pada orang demensia bila terjadi hal-hal berikut:

> Tersesat saat berkendara ke tempat yang sudah dikenal.

> Tidak mengendarai kendaraan pada jalur yang tepat.

> Bingung membedakan pedal rem dan gas.

> Tidak mematuhi rambu lalu lintas.

> Membuat keputusan yang lambat saat berkendara.

> Menabrak trotoar saat mengemudi.

> Mengemudi terlalu lambat ataupun terlalu cepat.

> Menjadi marah atau bingung saat mengemudi.

> Mengalami kecelakaan.

Jika individu dengan demensia ringan belum menunjukkan tanda-tanda di atas dan ingin terus mengemudi, dokter yang menanganinya mungkin merekomendasikan evaluasi mengemudi oleh seorang profesional seperti terapis okupasi.

Cara Cegah Mengemudi Penderita 

Bila orang terdekat Anda menderita demensia dan memiliki gejala mengkhawatirkan, berikut beberapa cara untuk mencegahnya mengemudi:

1. Bekerja Sama dengan Terapis atau Dokter

Jika Anda kesulitan meminta anggota keluarga dengan demensia untuk berhenti berkendara, bicarakan dengan terapis atau dokter yang menangani.

Minta dokter untuk menuliskan “Jangan Mengemudi Sendiri” atau “Dilarang Mengemudi Sendiri” pada resep obat. Anda dapat menunjukkan catatan tersebut saat penderita meminta berkendara sendiri.

Terapis okupasi juga bisa mengingatkan penderita demensia mengenai kemampuan mengemudinya.

2. Jauhkan Kunci Kendaraan dari Jangkauan

Jika anggota keluarga yang demensia tidak mau berhenti mengemudi, pertimbangkan strategi pencegahan dengan menyembunyikan kunci kendaraan. Jauhkan kunci dari jangkauan dan simpan di tempat yang tidak diketahuinya.

Jika penderita demensia memaksa meminta kunci, Anda mungkin bisa berikan kunci palsu yang tidak dapat menghidupkan kendaraan.

3. Tawarkan Bantuan saat Ia Ingin Pergi

Cara lain untuk mencegah penderita demensia mengendarai kendaraan sendiri adalah menawarkan bantuan.

Jika penderita demensia ke luar rumah karena ingin beli sesuatu, coba belikan barang itu secara online atau orang lain yang keluar untuk membelikannya.

Bila alasan ia ingin ke luar rumah karena ada janji kontrol dokter atau acara lainnya, Anda dapat menawarkan diri untuk mengantarnya.

sumber\foto | klikdokter 

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini