Dipicu Oral Seks, Si Penderita Diabetes Berisiko Mengalami Penyakit Ini

Editor: kairos author photo

 

Mendeteksi penyakit diabetes. foto ilustrasi | klikdokter

KAIROS - SEBUAH studi menunjukkan, si penderita diabetes berisiko mengalami kanker mulut. Simak penjelasannya di sini.

Sekadar diketahui, kanker mulut merupakan jenis kanker yang berjangkit di jaringan lunak sekitar dinding mulut, gusi, langit-langit, lidah, hingga bibir. Kanker ini juga dapat menyerang jaringan tenggorokan maupun kelenjar ludah.

Penderita kanker mulut akan mengalami sejumlah gejala seperti munculnya bercak merah atau putih di mulut, sariawan disertai pendarahan yang tidak kunjung sembuh, hingga mulut terasa sakit.

Kanker mulut dapat dipicu sejumlah faktor, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, mengunyah pinang sirih, pola makan buruk, maupun infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui seks oral.

Tidak hanya itu, penelitian yang dirilis pada tahun 2018 menemukan bahwa penyebab kanker mulut juga dapat bersumber dari penyakit diabetes. Seperti apa kaitannya? Berikut uraiannya. 

Studi itu dipublikasikan melalui jurnal Diabetologia. Riset berskala besar ini meninjau 121 studi kohort dengan total penderita kanker sebanyak 19.239.302 orang.

Hasil studi mengungkapkan bahwa perempuan pengidap diabetes tipe 1, sebanyak 27 persen lebih berisiko terjangkit kanker. Ini dibandingkan dengan diabetesi (penderita diabetes) pria yang berisiko mengembangkan keganasan sebanyak 19 persen.

Adapun jenis kanker yang rentan dialami diabetesi perempuan dibandingkan pria, meliputi kanker mulut, lambung, ginjal maupun leukimia. Meski begitu, tidak dijelaskan lebih spesifik bagaimana mekanisme diabetes menyebabkan kanker, termasuk kanker mulut.

Menanggapi hasil temuan, dr Reza Fahlevi setuju belum adanya kejelasan soal hubungan diabetes sebagai faktor risiko kanker mulut.

“Namun pada prinsipnya, penderita diabetes sering mengalami peradangan kronis, kemudian memiliki radikal bebas yang lebih banyak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker, terlebih jika diabetes tidak dikontrol dengan baik,” papar dr. Reza.

CEO Oral Health Foundation, dr Nigel Carter OBE, mengungkapkan pentingnya temuan soal risiko kanker mulut pada pengidap diabetes ini. Menurutnya, riset itu dapat mendorong kesadaran diabetesi untuk lebih waspada dalam mengontrol kesehatan mulutnya.

“Selama ini kita tahu, diabetes dapat menyebabkan sejumlah masalah mulut. Oleh karena itu, temuan soal risiko kanker mulut pada pengidap diabetes seharusnya dapat mendorong penderita penyakit metabolik untuk lebih disiplin dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mulut,” jelasnya.

Terlebih, kanker mulut yang tidak terdiagnosis dini dapat menurunkan angka harapan hidup penderitanya sebanyak 50 persen. 

Untuk mengatasi hal itu, dr. Carter mengimbau diabetesi maupun orang non-diabetes agar memahami gejala kanker mulut.

“Waspadalah jika Anda memiliki sariawan yang tidak kunjung sembuh, bercak merah atau putih di mulut maupun benjolan di sekitar kepala dan leher. Jika Anda mengalami salah satu gejala kanker mulut tersebut, segera hubungi dokter,” sarannya.

Selain itu, guna mencegah kanker mulut maupun komplikasi diabetes lainnya, dr. Carter menyarankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Caranya dengan menghindari rokok maupun alkohol. Juga, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan berolahraga secara teratur.

Jika ingin mengetahui lebih jauh secepatnya konsultasikan ke dokter

sumber\foto | KlikDokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini