Hai Ledis..!! Miss V Kamu Berkeringat, Begini Cara Mengatasinya

Editor: kairos author photo

 

Mencukur bulu kemaluan salah satu solusinya. foto | klikdokter

KAIROS - Olahraga ekstra di bawah sinar matahari seharian akan membuat tubuh mengeluarkan keringat. Ketek (red, ketiak), dahi, punggung, dan tangan merupakan bagian-bagian yang sering berkeringat.

Nah, tahukah Anda miss V (red, vagina) juga bisa berkeringat? 

Simak di bawah ini faktor penyebab dan cara mengatasinya menurut dokter.

Umumnya, keringat akan muncul di semua bagian tubuh yang memiliki kelenjar keringat, tak terkecuali di area sekitar vagina.

Vagina sendiri memang tidak memiliki kelenjar keringat. Namun, dokter kulit di North Carolina, AS, Chris Adigun, MD, menjelaskan bagian vulva (termasuk labia mayora, mons pubis, dan selangkangan) memiliki kelenjar keringat. Dampaknya, area vagina pun akan terasa lembap dan berkeringat.

Tidak perlu khawatir, keringat pada area vagina tergolong normal. Tetapi, pada kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes dan hiperhidrosis, jumlah keringat yang muncul menjadi tidak normal atau berlebih.

Dokter Arina Heidyana mengungkapkan, banyak hal yang akan memengaruhi produksi keringat pada vagina. “Contohnya, rambut kemaluan, bahan celana dalam, dan berat badan,” paparnya.

Agar tetap nyaman sepanjang hari dan terhindar dari masalah kulit akibat keringat pada vagina, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan dilansir dari Healthline:

1. Pakaian yang Menyerap Keringat

Kain yang menyerap keringat akan membantu mengurangi kelembapan di area vagina, sehingga terasa lebih kering dan nyaman. Contoh kain yang cukup nyaman dikenakan yaitu katun dan linen.

2. Gunakan Pakaian Longgar

Pakaian yang ketat cenderung akan menaikkan suhu pada area selangkangan. Saat kulit bergesekkan dengan kain, hal ini juga bisa menghasilkan panas yang akan membuat Anda mudah berkeringat.

Celana yang longgar akan mencegah gesekan, serta membuat sirkulasi udara di bagian vagina dan selangkangan lebih baik.

3. Ganti Pakaian Dalam Bila Basah

Rutin mengganti pakaian dalam khususnya bila banyak berkeringat sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi jamur.

Terus-menerus memakai pakaian dalam basah dapat membuat jamur tumbuh di luar kendali dan menyebabkan rasa gatal, terbakar, serta infeksi pada vagina.

4. Mencukur Rambut Kemaluan

Rambut kemaluan bermanfaat untuk mengurangi gesekan dari pakaian dan menyerap keringat dari kulit. Namun, bakteri juga bisa terjebak di rambut tersebut.

Vagina pada dasarnya membutuhkan bakteri baik. Tapi, bakteri yang bercampur dengan keringat dan minyak akan menimbulkan bau tak sedap. Mencukur rambut kemaluan adalah salah satu cara mengatasi permasalahan ini.

5. Hindari Deodoran di Area Vagina dan Selangkangan

Anda tidak perlu menggunakan deodorant atau antiperspirant di bagian itu, karena dapat meningkatkan risiko iritasi.

Untuk menghilangkan keringat di vagina, cukup mandi 1-2 kali sehari dengan sabun dan air. Disarankan menggunakan sabun berbahan lembut dan tidak bikin kulit kering.

6. Tidak Sering Pakai Panty Liner

Panty liner dapat membuat area vagina lebih berkeringat. Bila Anda tetap perlu menggunakannya, pilih produk yang berbahan aman di kulit dan lebih menyerap keringat.

7. Bersihkan Area Kemaluan dengan Tisu

Kamu bisa menggunakan tisu toilet bersih untuk membersihkan keringat pada area vagina. Hindari tisu antibakteri karena dapat membunuh bakteri baik pada vagina.

Keringat berlebih pada area vagina biasanya dapat diatasi dengan kombinasi pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup.

Jika langkah-langkah di atas tidak berhasil, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganannya.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini