Inilah Dampak Ibu Hamil yang Terlalu Kurus, Pengaruh ke Calon Bayi

Editor: kairos author photo
Kehamilan calon ibu yang berpostur kurus. foto ilustrasi | klikdokter

KAIROS - Kondisi tubuh pria dibutuhkan setiap ibu hamil. Lantas bagaimana jika tubuh ibu hamil terlalu kurus? Apakah berat badannya bisa memengaruhi kehamilan?

Nah, agar kehamilan berjalan lancar sampai waktu melahirkan nanti, ibu biasanya diminta untuk memiliki berat badan yang ideal. Bila terlalu gemuk, risiko terjadinya diabetes gestasional akan meningkat. Selain itu, kondisi ini juga akan berdampak kepada janin.

Lalu, bagaimana jika tubuh ibu hamil terlalu kurus? Sama halnya dengan kegemukan, kondisi badan yang terlalu kurus saat hamil dapat berisiko bagi ibu maupun janin.

Kamu bisa menggunakan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengukur apakah berat badan Anda termasuk ke dalam kategori normal atau tidak.

Perhitungan BMI wanita hamil didasarkan pada berat badan sebelum hamil. Untuk menghitungnya, silakan klik di halaman berikut ini: Kalkulator Kalori & BMI. Apabila BMI Anda di angka 18,5 atau bahkan di bawahnya, itu tandanya tubuh Anda terlalu kurus.

Umumnya ibu hamil dengan angka BMI rendah tidak akan merasakan gejala atau kondisi kesehatan tertentu. Namun, ada risiko kehamilan yang dapat mengintai bila tubuh ibu hamil terlalu kurus, di antaranya:

1. Keguguran

Hamil dengan badan terlalu kurus diketahui dapat meningkatkan risiko keguguran. Demi menghindari hal ini, apabila IMT Anda termasuk kurus, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter agar dapat diberikan terapi perbaikan nutrisi.

2. Lahir Prematur

Salah satu dampak dari ibu hamil yang terlalu kurus adalah risiko terjadinya kelahiran bayi yang lebih awal dari waktu perkiraan, atau kelahiran prematur. Kondisi ini terjadi ketika Anda melahirkan kurang dari usia kandungan 37 minggu.

3. FGR (Fetal Growth Restriction)

Fetal Growth Restriction adalah suatu kondisi ketika janin tidak bertumbuh dengan baik di dalam rahim. Apabila mengalami kondisi itu, janin dapat meninggal di dalam rahim atau disebut intrauterine fetal death.

Janin di dalam rahim memerlukan asupan yang baik dari ibu. Bila ibu hamil memiliki  badan yang terlalu kurus, dikhawatirkan nutrisi yang dikonsumsi tidak akan sampai kepada si Kecil di dalam kandungan. Pasalnya, nutrisi harian untuk ibu kurang, apalagi untuk janin.

Akhirnya, risiko bayi kekurangan oksigen ketika lahir nanti bisa meningkat. Selain itu, si Kecil pun lebih berisiko memiliki gula darah rendah (hipoglikemia) dan darah kental karena jumlah sel darah merah yang banyak.

Apabila si Kecil dilahirkan normal, maka risiko menghirup mekonium (meconium aspiration) akan meningkat sehingga menyebabkan gangguan pernapasan. Mekonium adalah air ketuban yang tercampur feses pertama bayi.

4. Berat Janin Lahir Rendah

Ibu hamil yang terlalu kurus dapat menghambat pertumbuhan janin karena asupan nutrisi yang didapatkan dari ibu sangat sedikit, sehingga memengaruhi berat badan si Kecil selama di dalam kandungan.

Perlu Anda ketahui, berat badan bayi normal saat lahir minimal 2.500 gram. Maka dari itu, untuk mencegah bayi berat lahir rendah, konsultasikan masalah berat badan Anda dengan dokter.

Itulah berbagai dampak yang bisa terjadi apabila ibu hamil terlalu kurus. Sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya periksakan dulu kondisi kesehatan ibu ke dokter. Nantinya, dokter dapat mendeteksi risiko kehamilan yang dapat terjadi sesuai kondisi ibu.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini