Inilah Penyebab Sakit Gigi Usai 'Flossing'

Editor: kairos author photo

 

Sakit gigi. foto ilustrasi | pixabay

KAIROS - KAMU merasa mengalami sakit gigi setelah flossing? Tak perlu panik berlebihan ya. Ketahui penyebab dan cara mengatasi rasa sakit setelah flossing gigi melalui ulasan berikut ini!

Jadi tak perlu khawatir, karena kamu bukan satu-satunya orang yang mengalami hal ini. Intinya kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada orang yang baru pertama kali flossing gigi. 

Sekadar diketahui, flossing itu merupakan teknik membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi menggunakan benang khusus. Meski tampak sederhana, teknik ini sebenarnya tak boleh dilakukan sembarangan.

Lantas, mengapa flossing gigi dapat menjadi penyebab sakit gigi? Cari tahu faktanya lewat ulasan di bawah ini.

Usai Flossing Jadi Sakit Gigi

Berikut adalah penyebab gigi Anda sakit setelah flossing:

1. Menggunakan Teknik yang Salah

Dijelaskan drg Callista Argentina, orang yang mengalami rasa sakit setelah atau selama flossing biasanya karena keliru dalam menggunakan alat atau melakukan teknik flossing.

“Flossing dengan teknik yang salah bisa menyebabkan gigi sakit. Karena, bisa jadi ada sisa makanan yang malah terdorong lebih dalam, sehingga gusi terasa sakit,” ucap drg. Callista.  

“Selain itu, dengan teknik flossing yang salah, tekanan yang dipakai bisa terlalu besar. Hal ini dapat menyebabkan gusi terluka akibat benang gigi (flossing) tersebut,” sambungnya.

2. Adanya Kerusakan Gigi

Gigi berlubang atau infeksi bisa terjadi akibat penumpukan bakteri, yang menyebabkan kerusakan gigi di area tertentu di mulut Anda.

Flossing pada gigi yang sudah berlubang atau infeksi dapat menyebabkan rasa sakit hebat pada saat atau setelah melakukannya. 

3. Gigi Anda Terlalu Sensitif

Sensitivitas gigi atau dikenal dengan hipersensitivitas dentin dapat terjadi akibat faktor. Salah satunya adalah genetik, di mana terjadinya dipengaruhi oleh riwayat dalam keluarga. 

Orang yang memiliki gigi sensitif rentan mengalami ngilu saat mengonsumsi makanan panas atau dingin. Mereka yang mengalami kondisi tersebut juga dapat merasakan sakit gigi setelah flossing. 

4. Radang Gusi atau Gingivitis

Risiko radang gusi atau gingivitis bisa melonjak tinggi jika Anda tidak apik dalam membersihkan dan merawat gigi. Beberapa gejala gingivitis, termasuk bau mulut, gusi bengkak dan berdarah.

Jika Anda mengalami gingivitis, flossing dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri atau sakit. 

5. Masalah dengan Kawat Gigi dan Retainer

Jika Anda menggunakan kawat gigi atau retainer, metode membersihkan gigi dengan flossing dapat menyebabkan rasa sakit. 

Namun, flossing adalah cara paling baik untuk membersihkan gigi pada orang dengan behel. 

Pasalnya, pemasangan kawat gigi dapat menyebabkan lebih banyak makanan tertinggal di kawat atau sela-sela gigi.

6. Memakai Sikat Gigi Kasar

Menggunakan sikat gigi dengan bulu terlalu kasar bisa meningkatkan risiko gigi sensitif. 

Apabila kondisi gigi yang seperti ini sering dibersihkan menggunakan flossing, bukan tak mungkin Anda malah mengalami sakit gigi setelahnya.

Sakit gigi setelah flossing adalah hal yang tergolong wajar. Oleh karena itu, Anda tidak perlu berhenti melakukan flossing. Namun, Anda mesti melakukannya dengan teknik yang benar. 

drg Callista menambahkan, untuk mengurangi rasa sakit gigi setelah flossing, kamu dapat berkumur dengan air garam hangat. 

“Anda juga bisa mengonsumsi obat antinyeri sesuai dosis yang tertera. Jika gusi juga terasa sakit jika ditekan, Anda bisa mengonsumsi obat antiradang,” saran drg. Callista.

“Jika keluhan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari, sebaiknya jangan tunda untuk berobat ke dokter gigi,” tegasnya.

Semoga info ini membantu.

reporter | yey

sumber\foto | klikdokter

Share:
Komentar

Berita Terkini