Kamu Merasa Sakit saat Kencing, Mungkin Ini Penyebabnya!

Editor: kairos author photo

Sakit saat buang air kecil diduga disebabkan beberapa faktor. foto | klikdokter

KAIROS - KENCING alias buang air kecil seharusnya memberikan rasa lega. Karena kamu baru saja membuang zat-zat sisa yang ada di dalam tubuh. Tapi, ada kondisi ketika seseorang mengalami sakit saat buang air kecil. Kamu mungkin pernah atau sedang mengalaminya saat ini?

Nyeri saat buang air kecil tak boleh disepelekan begitu saja. Pasalnya, keadaan tersebut dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan, seperti:

1. Infeksi Saluran Kemih

Nyeri saat buang air kecil merupakan keluhan yang umum ditemui pada kasus infeksi saluran kemih. Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya bakteri jahat yang masuk dan mengacaukan saluran kemih manusia.

Infeksi saluran kemih dapat diketahui melalui pemeriksaan urine di laboratorium. Jika terbukti mengalami infeksi, maka dokter akan meresepkan antibiotik sebagai terapinya.

2. Infeksi Ginjal

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Namun, penyebab terseringnya adalah bakteri Escherichia coli atau E. coli. Secara normal, bakteri ini tinggal di sepanjang usus dan ikut dikeluarkan melalui feses.

Untuk mengobati rasa nyeri saat buang air kecil, Anda perlu mengatasi pencetus di baliknya. Dalam kasus ini, infeksi saluran kemih dapat ditangani dengan pemberian antibiotik. Kemudian, Anda dianjurkan untuk menghindari menahan kencing serta memperbanyak minum air putih.

Infeksi saluran kemih yang dibiarkan bisa menyebabkan bakteri ‘berenang’ hingga mencapai ginjal. Bila ini terjadi, ginjal akan mengalami infeksi sehingga rasa sakit yang terjadi ketika berkemih juga akan semakin parah.

Jika penyebab kencing sakit adalah infeksi ginjal, penderita juga bisa mengalami berbagai keluhan penyerta, seperti:

Cara mengobati kencing terasa nyeri akibat infeksi ini adalah dengan pemberian antibiotik selama 1-2 minggu. Perlu diingat, obat ini hanya boleh dikonsumsi atas petunjuk dan resep dokter.

Namun, apabila gejalanya menjadi berat, dokter akan menyarankan rawat inap dan memberikan antibiotik injeksi.

3. Sindrom Kandung Kemih

Sindrom kandung kemih atau interstitial cystitis terjadi ketika dinding kandung kemih mengalami iritasi. Sebagai akibatnya, penderita akan mengalami beberapa kondisi berikut:

> Kandung kemih akan membengkak dan sensitif.

> Perut serta panggul terasa sakit.

> Buang air kecil yang terhambat alias urine hanya keluar sedikit-sedikit.

> Rasa terbakar di bagian perut bawah atau kelamin.

> Keluhan dapat bertambah parah saat penderitanya menahan kencing atau berhubungan seks.

Cara mengobati nyeri saat buang air kecil akibat interstitial cystitis meliputi obat pereda nyeri serta pelemas otot di sekitar kandung kemih. 

4. Batu Ginjal

Batu ginjal sangat menyakitkan, apalagi jika ukurannya besar dan menghalangi aliran urine. Gelombang rasa sakit yang dihasilkan batu ginjal bisa menjalar sampai ke punggung atau di antara pinggul dan tulang rusuk. Kondisi ini juga bisa menyebabkan perih saat buang air kecil.

Penanganan nyeri buang air kecil akibat batu ginjal perlu dilakukan dengan menghancurkan batu yang ada di dalam tubuh. Pengobatan batu ginjal sendiri tergantung ukuran batunya.

Jika kecil, maka anjuran dokter mengonsumsi air putih. Namun, jika cukup besar dan banyak, maka akan dilakukan prosedur khusus seperti extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL), ureteroskopi, ataupun percutaneous nephrolithotomy (PCNL). 

5. Infeksi Jamur

Keadaan ini terjadi ketika tubuh Anda memiliki terlalu banyak jenis jamur yang disebut candida. Infeksi jamur bisa menyebabkan adanya sensasi terbakar di sekitar area kelamin saat buang air kecil atau berhubungan seksual.

Cara mengatasi nyeri saat buang air kecil akibat infeksi ini adalah dengan pemberian obat antijamur, baik berupa obat minum maupun oles.

Selain itu, upaya pencegahan sangatlah penting, terutama bagi wanita yang lebih berisiko. Pastikan untuk membersihkan vagina dari depan ke belakang, jaga vagina selalu kering dan gunakan kolor (pakaian dalam) yang mampu menyerap keringat dengan baik (berbahan katun). 

6. Chlamydia

Chlamydia adalah bakteri yang bisa berpindah dan menginfeksi jika Anda melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Keadaan ini bisa menjadi penyebab rasa sakit setelah buang air kecil. Penis atau vagina penderitanya juga sering mengeluarkan cairan yang bukan urine.

Penyakit menular seksual (PMS) ini dapat ditangani dengan pemberian antibiotik dan menghindari hubungan seksual untuk sementara waktu sampai Anda dan pasangan dinyatakan sembuh.

7. Prostatitis

Prostatitis, kondisi ketika prostat menjadi bengkak. Hal ini dapat membuat Anda sulit buang air kecil. Orang dengan prostatitis akan mengalami beberapa kondisi berikut:

> Urine berdarah atau berwarna keruh.

> Rasa sakit di pangkal paha maupun perut bagian bawah saat buang air besar atau ejakulasi.

> Nyeri saat kencing, terutama di lubang kencing.

> Frekuensi buang air kecil yang terlalu banyak (lebih dari 8 kali sehari).

> Susah menahan buang air kecil.

> Terdapat dua jenis prostatitis, yaitu prostatitis kronis (disebut juga sindrom nyeri panggul kronis) dan prostatitis bakterial.

Berbeda jenis, tentu keduanya memiliki penanganan yang berbeda. Untuk mengobati nyeri saat buang air kecil akibat prostatitis, bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik, pelemas otot, neuromodulator, melakukan senam Kegel, dan konsumsi banyak air putih. 

8. Iritasi

Sering, nyeri saat buang air kecil disebabkan oleh paparan produk tertentu, misalnya sabun (khususnya untuk organ intim), pelumas, hingga penggunaan pembalut maupun tisu untuk membersihkan area intim.

Umumnya iritasi terjadi apabila terdapat kandungan kimiawi yang membuat kulit mudah meradang, salah satunya adalah kandungan pewangi.

Selain rasa nyeri saat buang air kecil, gejala lain dapat mengikuti seperti bengkak, kemarahan, dan gatal di sekitar organ intim.

Agar iritasi agar tidak makin memburuk, sebaiknya segera hentikan penggunaan produk-produk tersebut. Setelah itu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat antiradang dalam bentuk salep maupun obat minum. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan di sekitar area yang teriritasi.

9. Obat-obatan Tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat yang diberikan dalam terapi kanker kandung kemih, sering kali memicu rasa nyeri saat buang air kecil. Hal ini dapat terjadi karena obat itu menyebabkan terjadinya peradangan pada kandung kemih.

Maka tak mengherankan jika salah satu efek sampingnya adalah sakit saat buang air kecil.

Jika muncul efek samping itu saat mengonsumsi obat ini, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter Anda. Hindari menghentikan obat tanpa anjuran dokter.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini