Kamu Sering Ngantuk, Benarkah Akibat Leukosit Rendah?

Editor: kairos author photo

 

ilustrasi mengantuk. foto | klikdokter

KAIROS - BANYAK orang bilang, sering ngantuk bisa dipicu rendahnya leukosit dalam tubuh. Benarkah? Lantas apakah leukosit itu?

Semua orang pasti ingin beraktivitas dengan kondisi badan bugar, tak menguap terus-terusan. Sayangnya, sebagian orang justru sering ngantuk saat beraktivitas, meskipun waktu tidurnya sudah cukup.

Sebagian orang menilai, kondisi ini akibat kadar leukosit atau sel darah putih yang rendah dalam tubuh.

Sebenarnya, rendah tingginya kadar leukosit seseorang bisa diketahui melalui pemeriksaan dokter. 

Namun secara awam, benarkah kurang sel darah putih dapat menjadi penyebab seseorang sering mengantuk?

Sebelum mengetahui adakah pengaruh leukosit yang rendah terhadap rasa kantuk, ketahui dulu leukosit merupakan sel darah putih, satu dari empat komponen darah manusia.

Meski jumlahnya tak sebanyak sel darah merah, tapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menjadi pertahanan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Sel darah ini membantu tubuh Anda melawan infeksi. Jadi, bila jumlahnya kurang, maka kamu rentan terkena berbagai infeksi.

Ketika Anda sedang terserang infeksi virus, bakteri, atau yang lainnya, jumlah leukosit cenderung tidak normal. Jumlah leukosit yang normal pada umumnya berkisar antara 5.000 - 10.000/ul.

Kurangnya sel darah putih dikenal dengan istilah leukopenia. Kondisi leukosit rendah dapat ditemukan pada orang yang terkena infeksi virus, demam berdarah dengue (DBD) dan tifoid.

Selain itu, penyakit autoimun, kelainan sumsum tulang, serta menderita beberapa jenis tumor juga bisa membuat jumlah leukosit dalam tubuh seseorang menjadi rendah.

Lantas, adakah hubungan antara sel darah putih yang rendah terhadap rasa kantuk yang kerap Anda rasakan?

Sejatinya, jika jumlah sel darah putih Anda rendah, tak berarti akan membuat penderitanya jadi sering ngantuk. Tidak ada hubungan secara langsung antara jumlah leukosit yang rendah dan sering mengantuk.

Gejala leukosit rendah tidak bisa dilihat langsung dengan mata. Hal ini berbeda dengan anemia. Saat seseorang mengalami anemia, orang itu bisa terlihat pucat, lemas, mudah lelah, dan mungkin juga mudah mengantuk.

Karena sering kali gejala yang muncul sulit untuk dideteksi, Anda bisa memastikan kadar leukosit dalam tubuh dengan memeriksakan ke dokter.

Jadi, sudah jelas anggapan sering ngantuk bisa disebabkan rendahnya leukosit dalam tubuh, tidaklah benar!

Apabila setelah cek darah, jumlah leukosit memang rendah dan Anda kerap kali menguap, cobalah cek juga komponen sel darah merahnya. Siapa tahu, kondisi lemas tubuh Anda disebabkan hal itu.

Selain itu, kondisi penyakit yang diderita sebagian orang juga rentan mengakibatkan penderita mengalami gangguan tidur. Bisa jadi karena mereka merasa nyeri, gerah, pegal, sesak, ataupun kondisi lainnya.

Gangguan kondisi semacam itu tentu saja bisa memengaruhi kualitas tidur penderita. 

Akibatnya, penderita bisa saja kurang istirahat sehingga sering mengantuk, khususnya pada siang hari.

Tak hanya itu, ada beberapa faktor kuat lainnya yang menjadi penyebab seseorang sering mengantuk, diantaranya:

> Kekurangan oksigen di otak.

> Kekurangan sel darah merah (anemia).

> Menderita penyakit kronis.

> Kurang bergerak dan berolahraga.

> Kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).

> Tekanan darah rendah (hipotensi).

> Asupan makanan yang kurang bernutrisi juga dapat menyebabkan seseorang kekurangan mineral tertentu. Akibatnya, hal ini dapat berujung pada lemasnya tubuh, termasuk sering mengantuk.

Jadi, jika kondisi kamu mudah atau sering ngantuk, jangan lagi berpikir itu disebabkan kadar leukosit yang rendah ya! Akan lebih akurat jika Anda memeriksakan kondisi itu ke dokter. Nantinya dokter menanganinya sesuai kondisi kamu.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini