3 Komplotan Begal Kakinya 'Dibolongi' Polisi, 2 Pelaku Lain Buron

Editor: kairos author photo

 

Komplotan begal di Medan yang ditembak bagian kakinya. foto | mistar

KAIROS - POLDA Sumut bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan menggulung tiga komplotan pelaku begal.

Ketiganya terpaksa diberi tindakan tegas terukur karena melawan hingga membahayakan petugas ketika ditangkap. Sementara, dua pelaku lainnya masih diburu polisi.

Kompol Muhammad Agustiawan, Kapolsek Percut Sei Tuan menyebutkan saat beraksi, kawanan begal ini memiliki peran berbeda. Mereka dijerat pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

“Terakhir mereka melakukan aksinya di Jalan Sidomulyo Pasar IX, di depan Seriti, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Jumat (3/12/2021) sekira pukul 23.00 WIB lalu,” ujar Agustiawan, Senin (6/12/2021).

Agustiawan mengatakan, peristiwa pembegalan itu dialami korban Andhika Sandi Tama Putra (25), warga Kompleks TNI AU Karang Sari II, Kecamatan Medan Polonia.

Aksi itu dilakoni tiga tersangka yakni, Boby Andoko alias Bobi (25), warga Jalan Medan, Batang Kuis, Gang Surip, Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan. Kemudian Andika alias Boncel (28), warga Jalan Sidomulyo, Pasar IX Gang Merak, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Serta Eko Arianto (29), warga Jalan Pasar IX, Gang Pipit, Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan bersama dua pelaku lainnya yang kini buron, yakni Tondy dan Abang alias Kembar.

Korban Antar Pulang Sang Pacar 

Dia menjelaskan, Rabu (1/12/2021) sekira pukul 03.30 WIB, korban sedang mengantar pacarnya pulang ke rumah di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Di tengah perjalanan, korban dengan pacarnya diadang lima pelaku dengan cara menendang korban hingga terjatuh dan langsung dipukuli,” sebutnya.

Peristiwa itu kemudian diselidiki tim gabungan Polsek Percut Sei Tuan bersama Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut melalui rekaman CCTV di sekitar kejadian. Hasilnya, Jumat (3/12/2021) malam, petugas mengetahui keberadaan tersangka Boby Andoko alias Bobi yang saat itu sedang berada di Jalan Rukun, Desa Kolam, Percut Sei Tuan dan langsung membekuk pelaku.

Kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka Andhika alias Boncel di warnet Jalan Sidomulyo, Desa Sei Rotan dan Eko Arianto alias Eko di Gang Pipit, Desa Sei Rotan.

“Aksi itu sudah direncanakan kelima pelaku. Dua pelaku lagi masih dalam pengejaran. Tiga pelaku terpaksa diberi tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan saat pengembangan kasus,” ungkapnya.

Polisi menerangkan, tersangka Bobi berperan mengambil sepeda motor korban dan merupakan residivis kasus narkoba. Andika alias Boncel, berperan merampas handphone pacar korban dan sudah berulang kali melakukan penjambretan.

Sedangkan tersangka Eko berperan pura-pura bertanya dengan korban dan ikut membantu mengambil sepeda motor korban. Eko juga sudah tiga kali melakukan pencurian.

Sementara dua pelaku lainnya yang masih buron, yakni Tondi berperan menganiaya korban dan Abang alias Kembar membantu Tondi melakukan penganiayaan korban.

“Dari mereka disita barang bukti 1 unit Yamaha Mio BK 6438 ADG, 1 unit handphone milik korban, uang sisa hasil jual sepeda motor Rp155.000 dan 1 pisau sangkur.” 


sumber\foto | mistar

reporter | bram

Share:
Komentar

Berita Terkini