Benarkah Telur Puyuh Bisa Naikkan Kolesterol?

Editor: kairos author photo
Telur puyuh yang disebut-sebut mampu menaikkan kolesterol. foto | klikdokter

KAIROS - BANYAK orang yang bilang telur puyuh tinggi kolesterol sehingga membuatnya dihindari. Untuk jawaban yang akurat, simak ulasan ini!

Telur puyuh memiliki beragam manfaat karena kandungan nutrisinya. Telur ini juga dapat diolah menjadi beragam menu seperti sate, campuran salad, lauk tambahan soto, dan sebagainya.

Sayangnya, telur puyuh kerap ditakuti karena kandungan kolesterolnya. Sebenarnya, bagaimana kandungan kolesterol dalam telur puyuh?

Tak jauh berbeda dengan telur ayam, kandungan gizi telur puyuh sama beragamnya. Lebih lengkapnya, berikut adalah kandungan gizi pada telur puyuh per 100 gram:

> Kalori: 158.

> Lemak: 11 gram.

> Karbohidrat: 0,41 gram.

> Protein: 13 gram protein.

> Kolesterol: 844 mg.

> Sodium: 141 gram.

> Vitamin A: 543 IU.

> Kalsium: 64 mg.

> Zat besi: 3,65 mg.

> Potasium: 132 mg.


Dari kandungan di atas, telur puyuh memang mengandung kolesterol yang cukup tinggi, yaitu 844 mg per 100 gram telur.

Jika dibandingkan dengan telur ayam, kandungan kolesterol telur puyuh lebih tinggi. Dalam telur ayam, kandungan kolesterolnya hanya sebesar 372 mg per 100 gram.

Mengapa kandungan kolesterol dalam telur puyuh lebih tinggi, padahal ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan telur ayam?

Itu karena rasio kuning telur dalam telur puyuh lebih tinggi. Sebagai catatan, kandungan kolesterol dan lemak dalam telur terdapat pada bagian kuningnya.

Kendati begitu, berkat kandungan nutrisi di dalamnya, terdapat banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh jika mengonsumsi telur puyuh.

Telur puyuh adalah sumber protein yang baik untuk beragam proses di dalam tubuh. Protein merupakan sumber asam amino yang digunakan untuk membangun dan memperbaiki otot dan tulang. Asam amino juga diperlukan untuk membuat hormon dan enzim.

Selain itu, kandungan zat besi dalam telur puyuh dapat membantu mencegah anemia (tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah). Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas dan sesak.

Tidak cukup sampai di situ, telur puyuh mengandung asam lemak yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Konsumsi telur puyuh juga dapat membantu melawan radikal bebas, di mana molekul ini dapat menjadi penyebab penyakit serta penuaan.

Manfaat telur puyuh lainnya, yaitu mengatasi alergi, meningkatkan metabolisme tubuh, dan meningkatkan penglihatan.

Telur Puyuh

Walau kadar kolesterol telur puyuh cukup tinggi, perlu diketahui bahwa kolesterol tidak hanya bersumber dari telur. Produk hewani lainnya seperti daging sapi, ayam, bebek, susu, serta produk olahan lainnya juga mengandung kolesterol.

Tidak semua asupan kolesterol yang masuk ke tubuh akan berubah menjadi kolesterol darah. Penelitian menunjukkan bahwa yang berkontribusi besar dalam peningkatan jumlah kolesterol dalam tubuh adalah konsumsi lemak, gula, dan makanan tinggi kalori lainnya.

Yang lebih perlu diwaspadai dari kandungan telur puyuh sebenarnya adalah kandungan lemak jenuh dan kalori. Pasalnya, dua hal ini yang berperan langsung dalam pembentukan kolesterol dalam darah.

Karena ukurannya kecil dan rasanya enak, telur puyuh bisa membuat orang tidak sadar telah mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Menurut The American Heart Association (AHA), dalam 50 gram telur puyuh atau setara dengan 4 butir, terkandung kolesterol sebesar 350 miligram. Sementara itu, batasan asupan kolesterol per hari adalah 300 mg.

Nah, demi mencegah asupan kolesterol berlebih, Anda sebaiknya membatasi konsumsi telur puyuh hanya 1-2 butir per hari.

Konsumsi telur puyuh yang berlebihan, serta sumber makanan lain yang tinggi lemak jenuh dan kalori, dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Pada akhirnya hal ini bisa menaikkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Mengetahui kadar kolesterol dalam telur puyuh, penting bagi Anda untuk membatasi konsumsinya. Batasi juga konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kalori lainnya.

Selain itu, jangan lupa cek kadar kolesterol darah secara berkala, menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, cukup tidur dan kelola stres dengan baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini