Income Istri Lebih Tinggi dari Suami, Rentan Konflik?

Editor: kairos author photo

 

Apa yang terjadi manakala gaji istri lebih besar dibanding suami? Bagaimana pula jika suami tidak bekerja karena diterpa PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di perusahaan akibat Covid-19? foto ilustrasi | gorontalo.pikiran-rakyat

KAIROS - KONDISI income (gaji) atau penghasilan istri lebih tinggi dari suami kerap ditemukan dalam sejumlah keluarga. Namun, apakah hal ini berisiko memicu konflik? Ini kata psikolog.

Sekadar diketahui, sekarang ini, cukup banyak istri yang juga berperan sebagai wanita karier. Tidak menutup kemungkinan gaji istri lebih tinggi dari suaminya. 

Melansir Psych Central, hampir sepertiga wanita karier di suatu negara berpenghasilan lebih besar dibanding suami. 

Beberapa orang beranggapan kondisi tersebut dapat memicu konflik dalam rumah tangga. Benarkah selalu begitu?

Sebagian Pria Jadi Stres

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, kondisi gaji istri lebih tinggi dari suami terkadang memang menimbulkan pengaruh tertentu pada suami.

“Kalau dari salah satu penelitian yang ada, memang ada pengaruhnya ke pria. Sebagian pria jadi cenderung lebih stres dengan istri jika bergaji lebih besar dari suami. Hal ini karena adanya pride atau harga diri suami yang menurun ketika gaji istri lebih besar,” ungkap Ikhsan.

“Hal ini juga bisa terjadi karena faktor maskulinitas kalau pria berharap dirinya selalu lebih baik ketimbang wanita. Inilah yang menyebabkan stres,” lanjutnya.

Dari hal-hal psikologis yang dirasakan sang suami itu, terkadang konflik pasangan suami dan istri rentan terjadi.

Merasa tak Lagi Dihormati

Pernikahan mungkin bisa menjadi lebih goyah ketika istri berpenghasilan lebih tinggi dibanding suami. Karena, suami bisa saja merasa insecure atau tidak lagi dihormati istri.

Selain masalah pride, Ikhsan juga mengatakan ada konflik lain di rumah tangga yang mungkin bisa muncul ketika istri memiliki gaji yang lebih besar daripada suami. Hal ini berkaitan dengan beban pekerjaan yang umumnya tinggi ketika bergaji besar.

Konflik yang dimaksud Ikhsan adalah perdebatan tanggung jawab dalam peran rumah tangga.

“Ketika istri gaji lebih besar, otomatis tanggung jawab di kantor atau pekerjaannya lebih besar. Jadinya, kemungkinan peran istri di rumah akan berubah atau berkurang,” papar Ikhsan.

“Misal, biasa pulang jam 5 terus masak masakan suami, dan jam 7 sudah makan bareng. Tapi, istri jadi pulang jam 7 atau 8 malam, jadi kadang nggak sempat masak di rumah. Perubahan itu bisa jadi masalah kalau tidak dikomunikasikan dan tidak saling memahami,” ungkapnya.

Beberapa suami mungkin merasa kurang memiliki “power” ketika sang istri mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari mereka. Lantas bagaimana menghindari masalah rumah tangga jika penghasilan istri lebih besar dari suami?

Menurut Psikolog Ikhsan, hal ini tidak perlu menjadi masalah. Komunikasi dan rasa saling menghargai serta menghormati penting di antara suami dan istri. 

Sebaiknya, suami juga perlu menurunkan egonya ketika memiliki istri berpenghasilan lebih tinggi. 

“Sadari kalau ini bukanlah persaingan dalam rumah tangga. Suami tetap perlu memahami kalau peran suami pencari nafkah utama, sehingga berapa pun jumlahnya tetap perlu dihargai,” ujar Ikhsan.

Tidak ada hubungan pernikahan yang sempurna. Jika gaji istri lebih tinggi, hal ini tak perlu dicemaskan hingga memicu konflik. Bicarakan urusan finansial dalam keluarga secara baik-baik dan terbuka. Tapi bagaimana jika si suami benar-benar tidak punya penghasilan alias pengangguran?

sumber\foto | klikdokter\gorontalo.pikiran-rakyat

reporter | jeremitaran

Share:
Komentar

Berita Terkini