Ini Pengaruh Penuaan pada Sistem Saraf Lansia

Editor: kairos author photo

Sel saraf pada otak. foto ilustrasi | klikdokter

KAIROS - TUA atau Penuaan bisa memengaruhi sistem saraf lansia sehingga dapat sebabkan gangguan kesehatan. Simak dampaknya di sini.

Penuaan dapat memengaruhi sistem saraf lansia. Sistem saraf sendiri merupakan jaringan kompleks yang berperan penting mengatur ragam fungsi tubuh.  

Secara garis besar, sistem saraf terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. 

Sistem saraf pusat (SSP) terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan sel saraf atau neuron. 

Sementara, sistem saraf tepi atau perifer terdiri dari saraf yang menghubungkan SSP ke seluruh tubuh.

Sayangnya, kemampuan sistem saraf menurun seiring bertambahnya usia. 

Akibatnya, lansia bisa mengalami dampak buruk penuaan pada umur tertentu.

Dampak Negatif Penuaan pada Sistem Saraf

Efek penuaan dimaksud berupa penurunan daya ingat, intelektualitas, kemampuan verbal, maupun kemampuan berbagai indra tubuh. 

Tak cuma itu, penuaan juga bisa menyebabkan lansia mengalami masalah koordinasi. 

Bagaimana mekanisme penuaan menyebabkan sistem saraf terganggu, sehingga menimbulkan efek itu? Mari, cari tahu di sini:

1. Dampak Penuaan pada Sistem Saraf Pusat

Efek penuaan pada sistem saraf pusat dapat disimak dari tiga bagian yang meliputi sistem ini, yaitu otak, sel saraf, dan sumsum tulang belakang. 

Otak

Penuaan menyebabkan fungsi otak menurun. Padahal, organ ini merupakan pusat pengendalian segala fungsi tubuh. 

Berdasarkan MSD Manual, penurunan fungsi otak diduga terjadi karena beragam faktor, di antaranya perubahan bahan kimia otak atau neurotransmitter, perubahan sel saraf, hingga penumpukan zat beracun di dalam otak.

Penurunan fungsi otak akibat penuaan menyebabkan daya ingat dan kemampuan verbal maupun intelektual lansia menurun.

Tidak hanya itu, respons tubuh lansia juga melambat. 

Hal ini terjadi karena otak lansia kian lamban mengolah rangsangan atau impuls dari sel saraf.

Sel Saraf

Agar organ tubuh dapat bergerak dan memberikan respons sebagaimana diperintahkan otak, diperlukan perantara yang disebut sel saraf atau neuron. Bagian SSP ini bertugas sebagai penghantar informasi berupa impuls. 

Disampaikan dr Astrid Wulan Kusumoastuti, jumlah sel saraf dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

“Terutama saat mengalami penuaan, kemampuan regenerasi sel menurun, termasuk di sel saraf, sehingga sel mati tidak digantikan. Hal ini tentu dapat memengaruhi fungsinya,” jelas dr Astrid.

Jumlah sel saraf yang berkurang sangat bervariasi pada setiap lansia. Hal ini tergantung kondisi kesehatannya.

Terlebih, penuaan juga menyebabkan sel saraf mengalami degenerasi. 

Perubahan dalam sel ini menyebabkan efisiensi sel saraf menurun.

Penurunan jumlah maupun efisiensi sel saraf berdampak pada menurunnya fungsi otak. 

Kondisi ini juga menyebabkan gangguan mental dan meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.

Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang terhubung langsung ke otak. Dari batang otak, bagian SSP ini menjalar sepanjang ruas tulang belakang. 

Perannya membantu distribusi sinyal dari otak ke bagian tubuh lain.

Sumsum tulang belakang juga memerintahkan otot bergerak; serta menerima, mengolah, dan mengirimkan informasi sensorik dari tubuh ke otak.

Penuaan pun bisa memengaruhi sumsum tulang belakang. Seiring bertambahnya usia, bagian tulang belakang dapat tumbuh melebihi kapasitas.

Sementara, diskus atau cakram yang memisahkan ruas-ruas tulang belakang semakin rapuh. Akibatnya, kemampuan diskus sebagai bantalan penyokong tulang belakang ikut berkurang.

Kondisi ini menyebabkan sumsum tulang belakang tertekan. Peningkatan tekanan menyebabkan sumsum tulang belakang cedera. Dampaknya, kekuatan dan keseimbangan lansia menurun.

2. Dampak Penuaan pada Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi atau perifer meliputi semua saraf yang berada di luar sistem saraf pusat.

Fungsi utamanya, menyampaikan informasi dari otak dan sumsum tulang belakang ke berbagai organ tubuh, termasuk kulit.

Penuaan menyebabkan kemampuan sistem saraf tepi dalam mendistribusikan impuls menjadi lebih lambat. Akibatnya, lansia mengalami efek samping penuaan berupa respons dan refleks tubuh yang melambat, serta kepekaan indra tubuh menurun.

Penuaan juga menyebabkan regenerasi saraf tepi terganggu. 

Akibatnya, lansia lebih rentan mengalami cedera maupun terinfeksi penyakit.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini