Inilah Pengaruh Suara Keras pada Janin dan Ibu Hamil

Editor: kairos author photo

 

Suara keras, ternyata tak baik untuk kesehatan janin dan ibu hamil. foto | klikdokter

KAIROS - Suara keras secara terus menerus bisa berefek buruk pada ibu hamil dan janin. Seperti apa pengaruhnya? Cari tahu di sini.

Ibu hamil sebaiknya menghindari berada lokasi dengan polusi suara yang tinggi. Sebab, suara keras punya efek buruk pada janin dan ibu hamil, loh.

Setidaknya menurut dr Devia Irine Putri, suara keras dapat memicu stres dan berpengaruh buruk pada ibu hamil dan janin. 

“Polusi suara dapat meningkatkan risiko stres pada bumil. Sehingga, dapat memengaruhi tubuh bumil dan perkembangan janin,” kata dr. Devia Irine. 

Ibu hamil. foto | klikdokter

Lantas, seperti apa pengaruh suara keras pada kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini. 

Efek Suara Keras pada Ibu Hamil

Terpapar suara keras atau bising akan berdampak buruk pada ibu hamil jika terjadi secara terus-menerus. Efek buruk itu adalah:

Gangguan Pendengaran

Seperti orang pada umumnya, ibu hamil juga berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat suara keras. Tanda bahwa pendengaran sudah mulai terganggu adalah telinga yang berdenging. 

Jika kondisi tersebut berlanjut, maka akan membuat ibu hamil stres hingga menyebabkan kerusakan pada sistem pendengarannya.

Gangguan Tidur

Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan ibu hamil kurang tidur. Jika ditambah lagi dengan paparan polusi suara, ibu hamil berisiko mengalami gangguan tidur. 

Kondisi tersebut tentu tidak baik untuk kesehatan mental maupun fisiknya. 

Risiko Penyakit Kardiovaskular

Ketika ibu hamil mengalami stres akibat suara terlalu keras, sistem saraf otonom dan endokrin menjadi aktif. Pada saat itu, terjadi perubahan pada tekanan darah, kadar lipid, dan curah jantung, dan lain-lain.  

Perubahan itu pun akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada ibu hamil. 

Risiko Kelahiran Prematur

Melansir Indian Pediatric, ibu hamil yang terpapar suara lebih dari 80 desibel selama 8 jam cenderung meningkatkan risiko kelahiran prematur. Duh!

Efek Suara Keras pada Janin

Suara yang terdengar oleh janin memang sudah teredam oleh cairan di dalam tubuh sang ibu. Di samping itu, telinga janin sebenarnya belum berfungsi maksimal. 

Jadi, suara yang terdengar keras bagi Ibu belum tentu juga keras bagi janin. Meski begitu, bukan berarti paparan suara keras tidak akan berpengaruh buruk pada janin. 

Jika paparan terjadi setidaknya 8 jam setiap harinya selama masa kehamilan, maka akan tetap berdampak buruk pada perkembangan janin. Salah satunya adalah bayi lahir dengan berat badan yang rendah. 

Ini diperkuat studi yang disinggung di Indian Pediatrics. Ibu hamil yang tinggal di dekat bandara melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. 

Kondisi ini berkaitan dengan paparan suara pesawat (lebih dari 60 desibel) yang terjadi secara konstan sepanjang siang dan malam. 

Efek lain dari paparan suara keras yang terus-menerus pada janin adalah adanya risiko si kecil lahir dengan gangguan pendengaran frekuensi tinggi atau kerusakan koklea. Kemungkinan janin tidak berkembang dengan baik atau cacat saat lahir pun bisa terjadi.

Selain itu, paparan suara impuls, seperti tembakan dan ledakan, termasuk yang berasal dari kembang api, bisa berbahaya bagi janin. Efek jangka panjangnya adalah bayi lahir dengan gangguan sensorineural.

Tingkat Kebisingan yang Aman Saat Hamil

Dilansir dari CDC, janin pada umumnya akan merespons suara ketika memasuki minggu ke-24 masa kehamilan. Itu sebabnya, para ahli percaya bahwa ibu hamil disarankan tidak berada di lokasi dengan paparan suara lebih dari 115 desibel (setara bunyi gergaji mesin). 

Namun, angka ini masih belum bisa dijadikan standar tingkat kebisingan yang aman selama masa kehamilan. Pasalnya, paparan suara itu pun masih tetap berdampak buruk bagi ibu hamil dan janin

Hal yang perlu dilakukan supaya suara bising atau keras tidak berdampak buruk pada kehamilan adalah menjauhkan diri dari paparannya. 

Itulah penjelasan mengenai efek suara keras pada ibu dan janin. Konsultasi ke dokter jika Ibu berada di kondisi terpapar suara keras terus-menerus supaya mendapatkan penanganan yang tepat.

sumber\foto | KlikDokter 

reporter | yey


Share:
Komentar

Berita Terkini