Manfaat Akar Manis (Licorice) untuk Gigi Berlubang

Editor: kairos author photo

 

Inilah manfaat Akar Manis (Licorice) untuk Gigi Berlubang.

KAIROS - LICORICE atau akar manis dari hasil penelitian  bermanfaat untuk gigi berlubang. Seperti apa manfaatnya? Cari tahu di sini.

Akar licorice atau akar manis dianggap bermanfaat untuk mengatasi gigi berlubang. Kesimpulan itu diperoleh dari sebuah penelitian terhadap gigi anak-anak.

Herbal itu sebenarnya telah banyak digunakan dalam produk perawatan kesehatan mulut. Termasuk digunakan sebagai bahan penyegar napas pada beberapa pasta gigi alami.  

Nah, seperti apa manfaat akar manis untuk mengurangi kerusakan gigi seperti gigi berlubang? Berikut ulasannya.  

Apa Itu Akar Licorice?

Melansir Very Well Health, akar licorice adalah akar tanaman yang berasal dari Timur Tengah dan sebagian Asia dan India. Akar manis ini juga memiliki nama lain, yakni Glycyrrhiza glabra atau Glycyrrhiza uralensis.

Akar tanaman ini telah lama digunakan untuk pengobatan di kawasan Timur dan Barat. 

Beberapa penyedia layanan kesehatan tradisional percaya bahwa akar licorice dapat digunakan untuk mengobati beberapa kondisi kesehatan.

Beberapa di antaranya adalah mengobati eksim, bronkitis, sembelit, mulas, tukak lambung, dan kram menstruasi. Kemudian, karena rasanya yang manis, akar licorice juga digunakan sebagai pemanis dalam permen.

Manfaat Akar Licorice untuk Gigi Berlubang?

Dokter Wenyuan Shi, dari University of California, Los Angeles, dalam sebuah penelitiannya bekerja sama dengan anak-anak Indian Amerika dan Alaska yang gemar makan permen. Tujuannya untuk melihat manfaat dari akar licorice pada kesehatan gigi anak-anak.  

Penelitian itu pun menunjukkan hasil positif. Pemberian ekstrak licorice ke dalam lolipop yang mereka konsumsi berhasil menurunkan karies pada gigi anak-anak itu. Para peneliti pun menyimpulkan mengunyah akar manis bermanfaat membantu memperlambat kerusakan gigi. 

Selain itu, dalam jurnal yang diterbitkan oleh American Chemical Society (ACS), ditemukan bahwa senyawa licoricidin dan licorisoflavan A yang terkandung dalam akar manis adalah zat antibakteri yang paling efektif. 

Keduanya dipercaya mampu membunuh dua bakteri utama penyebab gigi berlubang dan dua bakteri penyebab penyakit gusi

Menanggapi penelitian tersebut, drg. Wiena Manggala Putri mengatakan, akar licorice memang memiliki kandungan yang baik untuk mencegah gigi berlubang. Meski begitu, penggunaannya tidak dapat menjadi obat untuk gigi yang sudah berlubang.

“Jika memiliki gigi yang berlubang, tetap harus ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda. Jadi, akar licorice ini hanya lebih buat mencegah saja,” ucap drg. Wiena.

Efek Samping Penggunaan Akar Licorice

Akar licorice telah diberi label aman oleh Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat. Akar manis ini dianggap aman untuk konsumsi manusia asalkan dalam jumlah kecil dan oleh individu yang tidak sensitif terhadap glycyrrhizin.

Berdasarkan jurnal yang dimuat di ScienceDirect, mengonsumsi akar manis yang berlebihan dapat menyebabkan hipokalemia, hipertensi, rhabdomyolisis, kelumpuhan otot, gangguan pernapasan, hipertensi darurat, hiperparatiroidisme, ensefalopati, dan gagal ginjal akut. 

Selain  itu, beberapa penelitian juga menunjukan bahwa akar manis dapat mengganggu kinerja obat yang sedang dikonsumsi. Efek antikoagulan dan antiplatelet pada licorice berpotensi menyebabkan perdarahan pada pasien yang memakai obat anti-pembekuan darah.

Makanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi akar licorice cukup 100 mg per hari. Jumlah tersebut dianggap aman tanpa meninggalkan efek buruk. Sementara untuk tujuan pengobatan, akar manis dikatakan aman dikonsumsi sebanyak 250 hingga 500 mg per hari. 

Akar licorice atau akar manis memang mampu mencegah gigi berlubang. Namun, disarankan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi sebelum menggunakannya untuk tujuan itu. 

Tanyakan dosis yang tepat sesuai kondisi gigi Anda, sekaligus efek samping yang mungkin dapat terjadi.


sumber\foto | Klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini