Pembunuh Driver Taksi Online Ditembak Mati

Editor: kairos author photo

 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko (dua kiri) didampingi Ps Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Muhammad Firdaus (dua kanan) menunjukkan barang bukti terkait pembunuhan driver taksi online. foto | mistar

KAIROS - PELAKU perampokan terhadap sopir taksi online (taksol) M Idris (42) yang jasadnya ditemukan di Jalan Speksi, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor (Sumatera Utara), Rabu (1/2/2021) ditembak mati personil Satreskrim Polrestabes Medan.

Diketahui tersangka IGL (43) warga Jalan Persamaan Gang Buntu, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, saat itu tersangka meminta rekannya bernama Santos untuk dipesankan taksi online dari Jalan TB Simatupang dengan tujuan salah satu hotel di Jalan Cirebon Medan.

“Saat itu korban merespons pesanan itu dan membawa tersangka ke tempat tujuan sesuai orderan,” ujar Riko saat menyampaikan keterangan resmi, Kamis (2/12/2021) sore.

Sesampainya di tujuan, pelaku tidak mau membayar ongkos dengan alasan tidak punya uang. 

Sesaat kemudian terjadi cekcok antara keduanya. Pelaku memukul dan mencekik korban hingga tewas.

“Setelah mengetahui korban tidak bernyawa, pelaku membuang jasad korban dengan menggunakan mobil itu ke Jalan Speksi Kanal, di depan SMA 13 Medan. Kemudian pelaku langsung pulang menuju Amplas,” sebutnya.

Riko menjelaskan, tersangka kemudian memarkiran mobil korban Daihatsu Sigra warna silver BK 1193 GY di Jalan Pertanahan. Tersangka lalu mengajak rekannya Syafrizal ke Jalan Jermal dengan menggunakan sepedamotor Syafrizal untuk pesta sabu-sabu.

“Setelah selesai mengonsumsi sabu, mereka kembali ke Jalan Pertanahan. Saat itu tersangka meminta Syafrizal memanggil teman mereka bernama Rahmadsyah alias Gembul untuk menemaninya,” ungkap Riko.

Setelah bertemu, tersangka bersama Rahmadsyah kemudian mengambil mobil korban dan membawanya ke kawasan Kanal Titi Kuning Medan. Tersangka kemudian merusak baterai mobil korban dan meninggalkannya di pinggir jalan dengan tujuan agar mobil tidak bisa dicuri orang.

Saat mereka berdua berjalan meninggalkan mobil korban, tersangka IGL menyuruh temannya Rahmadsyah untuk mengambil mancis yang tertinggal di mobil korban. Tersangka kemudian pergi dan mereka berjanji bertemu di Jalan HM Jhoni Medan.

“Saat Rahmadsyah mengambil mancis langsung diamankan petugas. Kemudian petugas bergerak mengamankan tersangka IGL di kawasan Jalan HM Jhoni Medan,” ungkapnya.

Riko menjelaskan, saat diajak untuk menunjukkan rumah temannya yang memesankan taksi online, tersangka IGL berusaha melawan petugas. Saat itu pula berusaha merampas senjata petugas.

“Saat itu juga petugas melakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku. Tersangka akhirnya tewas saat dibawa menuju ke RS Bhayangkara Medan,” ucapnya.

Riko menyebutkan, tersangka merupakan residivis kasus narkotika. Petugas juga sedang melakukan pengejaran terhadap rekan tersangka yang sempat membeli dan menggunakan sabu dengan IGL.

Sementara itu, istri korban Afika yang dihadirkan dalam pengungkapan kasus itu mengucapkan terimakasih atas keberhasilan polisi yang telah menangkap pelaku pembunuhan terhadap suaminya.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepolisian yang berhasil mengungkap kasus ini,” ucapnya.

Sekadar diketahui sebelumnya, seorang driver taksi online (taksol) diketahui bernama M Idris (42) warga Jalan TB Simatupang Gang Abadi Kecamatan Medan Sunggal, tewas diduga menjadi korban pembunuhan.

Mayat korban dibuang komplotan pelaku di pinggir Jalan Speksi Kanal, Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor, Rabu (1/12/2021) sekitar pukul 01.35 WIB. 

sumber\foto | mistar

reporter | bram

Share:
Komentar

Berita Terkini