Pliss..!!! Malam Tahun Baru, Jangan Berkerumun

Editor: kairos author photo

 

Terompet tahun baru. Pada pergantian tahun diharapkan masyarakat tidak berkerumun (menghindari keramaian). foto | antara

kairos - PUAN Maharani, Ketua DPR RI menyebut masyarakat diminta untuk menghindari kerumunan, khususnya pada momen pergantian tahun mendatang, setelah ditemukannya kasus transmisi lokal varian Omicron. 

Puan mengatakan, pergantian tahun hendaknya dirayakan secara bijaksana demi mencegah penyebaran varian Omicron. 

"Terutama pada momen libur akhir tahun ini. Kita harus pahami bersama agar euforia pergantian tahun diperingati secara bijaksana dengan membatasi aktivitas yang berisiko memunculkan terjadinya penularan Omicron,” kata Puan dalam siaran pers, Selasa (28/12/2021).   

Politikus PDI-P itu menegaskan, kesadaran dari masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19. 

Untuk itu, Puan mengingatkan Pemerintah daerah agar betul-betul memantau mobilitas warga di daerahnya masing-masing, khususnya pada momen malam pergantian tahun agar tidak ada kegiatan yang menimbulkan keramaian. 

“Merayakan pergantian tahun cukup bersama keluarga atau ‘bubble’ masing-masing di rumah mengingat varian Omicron sangat cepat penyebarannya," ujar Puan. 

Di samping itu, Puan juga menegaskan, pelacakan atau tracing harus dilakukan secara seksama disertai pengetatan karantina. 

Pemerintah daerah juga diminta bersiap terhadap kemungkinan peningkatan kasus di daerah masing-masing. 

“Seperti yang sudah-sudah, munculnya varian baru dan juga faktor libur panjang biasanya menyebabkan peningkatan kasus namun baru akan terasa beberapa pekan setelahnya. Maka persiapan harus matang supaya lonjakan kasus dapat ditangani dengan cepat,” kata Puan. 

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan adanya satu kasus penularan lokal varian Omicron. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, satu pasien Covid-19 varian Omicron tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan kontak erat dengan pelaku perjalanan luar negeri. 

"Terbaru kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri," kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa.

sumber\foto | kompas\riausky

reporter | agung

berita asli

Share:
Komentar

Berita Terkini