Setelah Kamu Mengalami Orgasme, Ini Efek tak Wajar

Editor: kairos author photo

Wanita yang sedang orgasme. foto ilustrasi | pixabay 

KAIROS - ORGASME ternyata tidak selalu berkaitan dengan kepuasan. Ada pula beberapa efek tidak wajar yang bisa muncul setelah orgasme. Simak ulasannya.

Orgasme merupakan fase yang terjadi saat puncak gairah seksual muncul. Kondisi ini pun dikaitkan dengan kesenangan dan kepuasan. 

Meski begitu, ada kalanya orgasme juga dapat memberikan efek tidak wajar pada seseorang yang jauh dari kepuasan atau kesenangan.

Beberapa di antaranya dapat diketahui penyebabnya. Namun, ada pula beberapa efek orgasme tidak wajar yang muncul tanpa diketahui penyebabnya. 

Efek-efek tersebut juga bisa terjadi pada wanita maupun pria. Berikut ini adalah beberapa efek tidak wajar yang timbul setelah orgasme, antara lain:

1. Halusinasi

Pada beberapa kasus, orgasme dapat menyebabkan halusinasi. Melansir Men's Health, hampir 50 wanita mengaku mengalami halusinasi berupa respons seksual yang meningkat. Selain itu, 76 hingga 100 persen wanita berhalusinasi dengan merasakan sensasi terbang.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, halusinasi merupakan salah satu reaksi yang tidak lazim setelah orgasme. Namun, penyebab halusinasi setelah orgasme masih memerlukan penelitian lanjutan.

“Beberapa reaksi yang tidak lazim bisa muncul setelah orgasme, salah satunya halusinasi. Penyebab pastinya masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Namun, mengarah kepada reaksi di otak saat terjadi orgasme,” ujarnya.

2. Sakit

Setelah orgasme, pria dapat mengalami post-orgasm illness syndrome. Kondisi ini memunculkan gejala seperti kelelahan yang parah, demam, serta flu. 

Pada dasarnya, sakit setelah orgasme dapat terjadi karena tubuh salah dalam merespons protein yang terdapat pada air mani, sehingga akan membuat seseorang sakit. 

Post-orgasm illness syndrome sulit untuk didiagnosis. Namun, ketika Anda menilai bahwa hubungan seksual menyebabkan kondisi ini, silakan mengonsultasikannya dengan dokter.

3. Orgasmolepsy

Orgasmolepsy merupakan kelelahan yang terjadi secara tiba-tiba saat orgasme. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan gangguan sistem saraf (narkolepsi) atau gangguan tidur lainnya. Jadi, Anda dapat kehilangan kontrol otot yang berlangsung selama 30 menit.

Melansir dari Men's Health, banyaknya orang yang mengalami orgasmolepsy berbeda-beda pada setiap penelitian. Penyebab dari kondisi ini pun masih tidak diketahui. Namun, para peneliti memercayai bahwa respons amigdala di otak yang ditambah dengan defisiensi zat hipokretin pada otak bisa menjadi pemicunya.

4. Menangis

Menangis setelah melakukan hubungan seksual merupakan gejala yang disebut dengan postcaoital dysphoria. Kondisi ini merupakan kumpulan efek yang terjadi setelah berhubungan seksual, di antaranya menangis, perasaan melankolis, depresi, kecemasan, ataupun agitasi.

Postcaoital dysphoria dapat muncul hingga satu jam setelah Anda berhubungan seksual. Pada jurnal yang dimuat di Taylor and Francis Online, tercatat bahwa hampir 1 dari 3 mahasiswa mengalami setidaknya satu gejala postcoital dysphoria.

5. Bersin

Orgasme dipercaya dapat mengaktifkan satu bagian dari sistem saraf parasimpatis. Hal ini akhirnya memicu saraf lainnya aktif dan menyebabkan bersin.  

6. Nyeri

Pria dan wanita sama-sama dapat merasakan nyeri setelah berhubungan seksual. Pada wanita, meskipun Anda tidak merasakan sakit saat berhubungan seksual, namun Anda tetap dapat merasakan nyeri setelah orgasme. 

Rasa sakit setelah orgasme juga bisa dirasakan pria yang memiliki penyakit prostat kronis.

7. Rasa tak Nyaman pada Kaki

Pada penelitian yang dimuat di Journal of Sexual Medicine, ditemukan bahwa wanita yang berusia 55 tahun mengalami rasa tidak nyaman pada kaki kirinya setelah ia berhubungan seksual.

Para peneliti percaya hal ini disebabkan oleh regenerasi parsial saraf yang telah rusak, sehingga memicu rasa sakit pada kakinya.

8. Sakit Kepala

Sakit kepala yang muncul setelah orgasme termasuk ke dalam kategori sakit kepala tipe 2. Sakit kepala yang terjadi pada kedua sisi kepala (bilateral), eksplosif, dan dipicu oleh rasa gembira. 

Sakit kepala karena orgasme dapat terjadi selama beberapa menit hingga tiga jam. Untuk meringankan sakit kepala, Anda dapat mengonsumsi obat anti migrain.

Efek orgasme yang disebutkan di atas memang tidak menunjukkan bahaya yang serius bagi kesehatan. Meski begitu, apabila Anda mengalaminya secara berulang, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter. 

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini