Studi..!!! Omicron Diduga Ditularkan Tikus?

Editor: kairos author photo

 

Virus Omicron yang diduga ditularkan binatang pengerat (tikus). foto | pixabay

KAIROS - BEBERAPA ilmuwan menduga varian Covid Omicron ditularkan dari tikus. Simak temuannya lewat ulasan berikut ini.

Varian Covid Omicron disebut-sebut memiliki jumlah mutasi virus yang lebih banyak dibanding Delta. 

Meski begitu, WHO bersama para ilmuwan masih menyelidiki lebih jauh dampak mutasi Omicron pada perilaku varian virus corona itu.

Tinjauan WHO meliputi tingkat penularan varian Omicron, tingkat keparahan infeksi dan gejala yang disebabkannya, hingga pengaruhnya pada kinerja vaksin, tes diagnostik, serta efektivitas terapi pengobatan coronavirus.

Tak cuma itu, para ilmuwan juga mengembangkan beberapa teori alternatif soal asal-usul mutasi Omicron. Salah satu teorinya menyebutkan B.1.1.529 diduga berasal dari tikus.

Hipotesis ini berawal dari temuan soal penularan varian asli SARS-CoV-2 pada hewan, mulai dari anjing, kucing, hingga rusa. Infeksi COVID-19 itu berasal dari manusia. 

Varian asli coronavirus tidak menginfeksi tikus. Namun, dalam perkembangannya, varian virus corona seperti Alpha, Beta, dan Delta ternyata juga menginfeksi spesies hewan lain, termasuk hewan pengerat seperti tikus.  

Ketika virus yang berasal dari manusia menjangkiti hewan, peneliti menyebut proses penularan ini sebagai reverse zoonosis. 

Peneliti menemukan, di dalam tubuh tikus, virus corona berevolusi dan mengembangkan sekitar 50 mutasi protein lonjakan. Protein ini digunakan coronavirus untuk memasuki sel tubuh inang dan membuatnya lebih menular.

Setelah bermutasi, varian baru Covid dari tikus kembali menginfeksi manusia. Penularan virus dari hewan ke manusia ini dinamakan zoonosis. 

dr. Devia Irine Putri menjelaskan, dalam rangkaian perkembangan Omicron, ilmuwan menduga terdapat dua fase, yaitu reverse zoonosis kemudian diikuti zoonosis.

“Jadi virusnya menginfeksi tikus, lalu bermutasi. Kemudian, kembali ke manusia sudah dalam kondisi varian baru,” jelasnya.

Salah satu ilmuwan yang mendukung hipotesis Omicron berasal dari hewan yaitu Kristian Andersen, seorang ahli imunologi dari Scripps Research Institute, Amerika Serikat. 

Dari fakta yang ada, Kristian menilai perkembangan Omicron lewat reverse zoonosis diikuti zoonosis tergolong masuk akal. Menurutnya, perubahan genetik dari varian ini pun sangat tidak biasa.

Perubahan genetik yang dimaksud yaitu sejumlah mutasi Omicron yang identik dan ditemukan pada hewan pengerat. 

Temuan ini disampaikan sebelumnya oleh Robert Garry, profesor mikrobiologi dan imunologi di Tulane Medical School, AS.

Garry mengatakan, terdapat 7 mutasi Omicron yang dikembangkan ketika virus corona menginfeksi tikus. Dia optimis inang pertama varian Omicron berasal dari hewan pengerat itu. Duh!

“Menilik kemampuan SARS-CoV-2 dalam menjangkiti berbagai spesies hewan, dimasa depan bukan tidak mungkin kita akan menghadapi varian Covid yang diturunkan dari hewan,” Garry memperingatkan.

Menurutnya, hal ini bisa berujung pada pengembangan vaksin.

Sejumlah ilmuwan yang mempelajari evolusi virus mengungkapkan, rangkaian perkembangan Omicron dari manusia-hewan-manusia bukanlah sesuatu yang mustahil. 

Kendati begitu, mereka menegaskan asal-usul mutasi Omicron belum dapat disimpulkan.

“Penting untuk mengeksplorasi berbagai hipotesis. Namun, secara pribadi, saya menduga penularan Omicron berasal dari individu yang mengalami gangguan kekebalan. Perkembangannya juga tidak terdeteksi,” jelas Emma Hodcroft, ahli epidemiologi molekuler di Institute of Social and Preventive Medicine, Swiss.

Senada dengan Emma, profesor evolusi molekuler dari Institute of Evolutionary Biology, Skotlandia, Andrew Rambaut mengungkapkan adanya peluang Omicron bermutasi dari hewan pengerat.

Menurutnya, hal ini memang masuk akal. Namun, temuan itu masih sebagai hipotesis alternatif.

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini