Tanda-tanda Ini Bikin Kamu Harus Segera ke Dokter Gigi

Editor: kairos author photo

 

Bau mulut atau nafas tak segar salah satu tanda kamu harus ke dokter gigi. foto ilustrasi  | klikdokter

KAIROS - MERASA ada keluhan pada gigi? Jangan tunda lagi! Segeralah memeriksakan ke dokter gigi bila kamu mengalami beberapa tanda di bawah ini.

Periksaan gigi idealnya rutin setiap enam bulan sekali. Hal ini penting guna untuk mengetahui adanya masalah pada gigi dan mulut sedini mungkin sehingga dapat segera diatasi.

Sayangnya, tak sedikit orang yang mengabaikan pemeriksaan ke dokter gigi. 

Umumnya beberapa orang baru periksa ke dokter saat giginya sudah terasa sakit.

Hal ini dapat membuat Anda sulit menjalani aktivitas sehari-hari dan tentu saja kerusakan gigi akan bertambah parah. Oleh karena itu, jika sudah muncul tanda-tanda atau keluhan di rongga mulut, sebaiknya jangan tunda lagi untuk konsultasi dan periksa ke dokter gigi.

Berikut adalah tanda-tanda penting bahwa Anda harus segera membuat janji konsultasi dengan dokter gigi, di antaranya:

1. Timbul Rasa Sakit pada Gigi

Segala jenis rasa sakit yang muncul di rongga mulut, baik di gigi, lidah, gusi maupun pipi dapat menandakan suatu masalah.

Jika sudah muncul tanda seperti ini, segera periksakan ke dokter gigi agar kerusakan tidak bertambah parah dan dapat ditangani dengan tepat.

2. Gusi Mudah Berdarah

Keluarnya darah saat menggosok gigi menjadi tanda umum masalah pada gusi.

Kondisi ini merupakan tahap awal terjadinya peradangan atau iritasi pada gusi. Kondisi tersebut disebut dengan istilah gingivitis. Gingivitis biasanya disebabkan oleh penumpukan plak dan sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik.

Selain itu, tanda gingivitis yang sering muncul lainnya adalah gusi berwarna merah dan terlihat bengkak. Jika hal ini dibiarkan, maka infeksi gusi lebih lanjut (periodontitis) dapat terjadi. Tidak hanya itu, gigi juga bisa goyang hingga lepas.

3. Bau Mulut

Munculnya bau mulut atau dalam istilah medis disebut halitosis umumnya disebabkan kebersihan mulut yang kurang dijaga dengan benar. Tidak membersihkan mulut dan gigi secara rutin menjadi salah satu penyebabnya.

Meski sudah menyikat gigi, bau mulut bisa saja masih ada. Hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang bisa disebabkan gigi berlubang.

4. Gigi Sensitif

Tanda lain yang menjadi alarm agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter gigi adalah rasa nyeri atau ngilu pada gigi saat mengonsumsi makanan yang terlalu dingin, panas, maupun asam.

Biasanya, gejala ini terjadi akibat terkikisnya lapisan pelindung gigi atau enamel, gigi retak, patah, atau berlubang, serta menyusutnya gusi akibat pemilihan sikat gigi dan teknik menyikat gigi yang kurang tepat.

5. Timbul Luka di Rongga Mulut

Luka di rongga mulut seperti sariawan memang sering dialami banyak orang.

Kondisi ini dapat disebabkan trauma tergigit, adanya bagian gigi yang tajam, penggunaan perangkat gigi, kurangnya vitamin, atau perubahan hormonal.

Kamu bisa mengatasinya dengan berkumur air garam hangat atau menggunakan gel penghilang rasa sakit.

Umumnya, kondisi tersebut akan hilang dalam 1-2 minggu. Namun, bila luka bertambah besar dan banyak serta tak kunjung sembuh, segera periksakan diri ke dokter gigi.

6. Mulut Kering (xerostomia)

Xerostomia merupakan kondisi kurangnya air liur di rongga mulut. Menurut American Dental Association, gejala ini diakibatkan gangguan medis atau efek samping dari obat tertentu.

Fungsi air liur merupakan pertahanan utama mulut terhadap kerusakan gigi dan menjaga kesehatan jaringan lunak di rongga mulut.

Tak hanya itu, air liur juga berfungsi membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam yang dihasilkan bakteri, serta mencegah timbulnya penyakit.

Tanpa air liur, kerusakan gigi yang lebih luas mungkin saja dapat terjadi. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter gigi akan merekomendasikan berbagai metode untuk mengembalikan kelembabannya.

7. Gigi Retak

Gigi yang retak memerlukan kunjungan darurat ke dokter gigi. Gigi retak yang tidak segera ditangani, tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas saja.

Gigi retak juga dapat menciptakan jalur masuknya bakteri ke dalam gigi yang dapat menyebabkan infeksi.

Penyebab potensial dari gigi retak salah satunya adalah kebiasaan buruk menggertakkan gigi.

Jika Anda memiliki kebiasaan menggertakan gigi, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter gigi. Dokter dapat membuatkan alat pelindung gigi yang sesuai dengan ukuran rahang Anda untuk membantu melindungi gigi.

8. Tambalan atau Mahkota Gigi yang Longgar atau Lepas

Tambalan gigi dan mahkota gigi merupakan perawatan yang berguna mencegah masuknya sisa-sisa makanan dan bakteri ke dalam gigi. Jika tak segera ditambal ulang, kerusakan gigi bisa kian parah.

Jika mendapati tambalan atau mahkota gigi tiruan Anda rusak atau lepas, segera periksakan ke dokter gigi.

Itulah beberapa tanda adanya masalah pada gigi yang perlu diperhatikan. Bila Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera periksa gigi ke dokter gigi agar segera mendapatkan perawatan

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini