Wanita Lansia Sering Hindari Seks, Ini Alasannya

Editor: kairos author photo
Gairah seks wanita lansia umumnya secara otomatis menurun. foto ilustrasi | klikdokter 

kairos - GENITOURINARY Syndrome of Menopause (GSM) menjadi salah satu alasan wanita lanjut usia (lansia) enggan berhubungan seks. Simak ulasannya di sini.

Sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2017 menyelidiki kenapa seiring bertambahnya usia, wanita kehilangan minatnya terhadap seks. Akibatnya, ketika sudah memasuki usia lanjut, wanita tidak mau berhubungan seksual.

Studi ini menemukan penyebab utamanya adalah Genitourinary Syndrome of Menopause (GSM). 

Lantas apa itu GSM dan bagaimana kondisi itu memengaruhi minat seksual wanita usia lanjut? 

Ketahui lewat ulasan berikut ini.  

GSM dan Gejalanya

Sekadar diketahui, GSM merupakan permasalah yang terjadi pada vagina dan saluran kemih yang dialami wanita menopause dan pascamenopause.

Seiring bertambahnya usia, produksi hormon estrogen pada wanita pun berkurang. Rendahnya hormon tersebut menjadi penyebab utama munculnya gejala GSM. 

Beberapa gejala umumnya, meliputi vagina kering, vagina gatal, nyeri saat orgasme, disfungsi kandung kemih, tekanan pada panggul, pelumas berkurang, dan gairah seksual menurun. 

GSM Bikin Wanita Hindari Seksual

Dr Amanda Clark, dari Kaiser Permanente Center for Health Research in Portland, AS, kemudian meneliti hubungan antara GSM serta dampaknya pada kemampuan wanita menikmati hubungan seksual.

Clark dan timnya menyurvei lebih dari 1.500 wanita berusia 55 tahun ke atas, selama Maret hingga Oktober 2015. Hampir 48 persen di antaranya melaporkan bahwa sudah tidak melakukan aktivitas seksual dalam 6 bulan menjelang penelitian dilakukan. 

Salah satu alasannya adalah muncul penurunan minat seks akibat kondisi medis yang dialami. Tercatat sebanyak 7 persen wanita mengalami kebocoran kandung kemih, mudah kebelet, dan terlalu sering buang air kecil. 

Sementara 26 persen peserta mengatakan mereka mengalami kekeringan pada vagina, serta iritasi dan nyeri di area tersebut. Sebanyak 24 persen pun mengalami dispareunia atau nyeri saat berhubungan seksual.

Terkait nyeri saat berhubungan intim, dr. Devia Irine Putri mengungkapkan bahwa perubahan hormonal bisa menjadi salah satu penyebabnya. 

“Biasanya jika sudah memasuki masa menopause, terjadi perubahan hormonal. Jadi, vagina terasa kering dan nyeri apabila berhubungan,” kata dr. Devia.

Clark dan tim kemudian menyimpulkan, sejumlah kondisi medis yang merupakan gejala GSM tersebut menjadi alasan wanita enggan berhubungan intim di usia lanjut.

Penelitian yang lebih luas tentu masih diperlukan. Namun, temuan ini bisa menjadi acuan dokter menemukan perawatan yang tepat untuk kondisi GSM dalam kaitannya dengan minat seks.

Mengurangi Gejala GSM

Kalau kamu mengalami gejala GSM, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau ginekolog. Biasanya, dokter akan memeriksa fisik dan tinjauan terhadap gejala dan riwayat penyakit terlebih dulu. 

Dokter juga akan menanyakan perihal kapan gejala mulai muncul dan riwayat seksual Anda. Kemudian, akan panggul akan diperiksa untuk mengetahui perubahan fisik yang terjadi karena GSM. 

Ada kalanya tes laboratorium dan diagnostik. Ini penting untuk mengidentifikasi penyebab lain dari GSM yang dialami, misalnya infeksi yang menular.

Setelah pemeriksaan, dokter akan memberikan perawatan yang sesuai kondisi Anda untuk mengurangi gejala GSM. Adapun beberapa perawatan tersebut yakni local estrogen atau DHEA therapy, systemic estrogen therapy, serta penggunaan pelumas dan pelembap topikal.

Itulah penelitian yang menemukan alasan wanita usia lanjut cenderung menghindari hubungan seksual. 

sumber\foto | KlikDokter

reporter | yey

artikel asli

Share:
Komentar

Berita Terkini