Atasi Gigi Bercelah, Begini Caranya...

Editor: kairos author photo

 

Kondisi gigi renggang. foto ilustrasi | klikdokter

kairos - GIGI bercelah atau renggang dapat mengganggu secara estetika atau ketika makan. Lalu, bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Tidak hanya pada gigi dewasa, gigi yang renggang juga dapat terjadi pada periode gigi susu. Bedanya, pada gigi anak, kondisi tersebut menandakan adanya perkembangan dari rahang.

Lalu, bagaimana dengan kasus gigi renggang pada orang dewasa? Ternyata kondisi ini memerlukan perawatan khusus, bila meninjau dari segi estetik.

Apa saja penyebab gigi renggang dan cara mengatasinya? Dapatkan jawabannya melalui artikel berikut ini.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, gigi yang renggang atau berjarak bisa terjadi pada periode gigi susu.

Pada anak, gigi yang renggang merupakan proses mempersiapkan tempat untuk benih gigi dewasa yang ukurannya jauh lebih besar. Dengan begitu, gigi nantinya tidak menumpuk atau berjejal.

Berbeda halnya bila terjadi pada gigi dewasa. Penyebab dan cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa penting untuk diketahui.

Gigi renggang disebut juga dengan istilah 'diastema'. 

Diastema ada 2 jenis, yaitu single diastema dan multiple diastema.

Single diastema berarti hanya terdapat satu celah pada gigi yang renggang. Sementara itu, multiple diastema artinya ada dua atau lebih celah pada gigi yang renggang.

Gigi renggang yang terletak di antara gigi depan rahang atas bernama central diastema.

Baik single diastema maupun multiple diastema, keduanya dapat terjadi pada rahang atas ataupun bawah.

Kondisi diastema dapat diakibatkan oleh kelainan genetik. Pada kasus ini, ukuran gigi kecil sedangkan lengkung rahangnya besar.

Selain itu, penyebab yang paling sering adalah perlekatan frenulum bibir yang terlalu tinggi. Faktor kebiasaan buruk seperti bernapas lewat mulut juga bisa menjadi pencetusnya.

Perawatan untuk mengatasi gigi renggang sangat bergantung pada faktor penyebabnya. Beberapa cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa, yaitu:

1. Pemotongan Frenulum 

Frenulum merupakan suatu lipatan membran mukosa untuk melekatkan bibir atas dengan gusi rahang atas. 

Frenulum yang dapat mengakibatkan kondisi diastema, yaitu frenulum labialis untuk gigi atas dan frenulum lingualis untuk gigi bawah.

Apabila frenulum tersebut memiliki perlekatan yang lebih tinggi dibanding normalnya, maka pelekatan tersambung ke gusi di antara kedua gigi. Akibatnya, akan terdapat celah di antara gigi tersebut.

Untuk mengatasi gigi renggang, caranya bisa dengan melakukan pemotongan frenulum atau tindakan frenektomi. 

Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan perawatan ortodontik atau lainnya untuk merapatkan gigi yang renggang. 

Perawatan ortodontik dapat dilakukan dengan alat lepasan atau alat cekat yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pasien.

2. Pasang Alat untuk Hilangkan Kebiasaan Buruk di Mulut

Ada banyak kebiasaan buruk yang bisa mencetuskan kondisi diastema. Hal ini meliputi bernapas lewat mulut, sering menjulurkan lidah ke depan, hingga mengisap ibu jari. 

Kebiasaan itu terlebih dulu harus dihilangkan apabila ingin gigi kembali rapi.

Bila Anda kesulitan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan tersebut, terdapat berbagai macam alat ortodontik yang bisa digunakan, misalnya palatal crib.

3. Gunakan Kawat Gigi atau Behel

Salah satu penyebab diastema adalah adanya ketidaksesuaian antara ukuran gigi dan rahang akibat kelainan bawaan.

Bila faktor penyebabnya adalah keturunan, biasanya seseorang memiliki ukuran gigi normal tetapi rahangnya lebih lebar dari normal. Atau, punya rahang normal tetapi ukuran giginya lebih kecil dari ukuran normal.

Cara mengatasi gigi renggang akibat faktor ini adalah penggunaan kawat gigi atau behel gigi. 

Lalu, penggunaan retainer gigi pasca perawatan kawat gigi disarankan. Hal ini guna mencegah gigi kembali ke posisi awal. Biasanya, akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan oleh dokter gigi.

4. Tambal Komposit

Saah satu cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa, yakni dengan menggunakan tambalan dengan bahan komposit.

Bahan tambalan yang digunakan memiliki warna menyerupai gigi asli, sehingga dapat menutup celah gigi sekaligus memperbaiki estetiknya.

Penambalan dapat dilakukan jika tidak ada penghalang, seperti perlekatan frenulum yang tinggi atau kebiasaan buruk yang melandasi terjadinya gigi renggang.

Tambal gigi dengan bahan komposit sangat aman, relatif terjangkau, dan bisa dikerjakan dalam satu kali kunjungan.

5. Pembuatan Veneer Gigi

Cara lain untuk mengatasi gigi renggang adalah dengan menggunakan veneer gigi direct dan indirect. Seperti prosedur veneer gigi pada umumnya, pengasahan pada permukaan depan permukaan gigi diperlukan.

Untuk veneer direct, dokter gigi akan langsung membuat veneer dari bahan komposit, sehingga bisa diselesaikan dalam satu kali kunjungan.

Sementara pada veneer indirect, diperlukan pencetakan gigi kemudian dikirim ke laboratorium gigi. Bila sudah jadi, akan ditempelkan ke gigi dengan perekat khusus. Jadi, diperlukan 2 kali kunjungan untuk penyelesaiannya.

Apa pun rencana perawatan untuk gigi renggang, sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter gigi yang akan mengerjakannya. 

Dengan begitu, perawatan akan sesuai keinginan dan kondisi finansial pasien itu sendiri. Bagaimana kamu?

sumber\foto KlikDokter

reporter |yey

Share:
Komentar

Berita Terkini