Bayi Menjulurkan Lidah, Ini Ternyata Artinya

Editor: kairos author photo

 

Bayi yang menjulurkan lidahnya. foto | klikdokter

kairos - BAYI yang menjulurkan lidah dengan wajah polosnya memang bikin kita gemas. Perilaku ini kerap kita lihat terutama pada awal-awal kelahiran. Ternyata, menjulurkan lidah pada bayi memiliki makna dari sisi kesehatan, lho.

Dalam banyak kasus, perilaku menjulurkan lidah merupakan hal yang normal pada bayi. Namun, bisa juga merupakan tanda adanya masalah kesehatan.

Supaya bisa dicegah, orang tua perlu mengenali penyebab bayi menjulurkan lidah berikut ini.

1. Refleks Fisiologis

Pada bayi yang baru lahir hingga berusia 4 bulan, menjulurkan lidah merupakan suatu refleks yang normal.

Dalam istilah medis, refleks ini disebut sebagai refleks fisiologis. Kondisi ini terjadi pada semua bayi sehat dan biasanya akan berkurang setelah bayi berusia 4-6 bulan.

2. Cara Berkomunikasi

Berbeda dengan anak yang sudah dapat berbicara, kemampuan komunikasi bayi masih terbatas. Itulah sebabnya bayi hanya bisa berkomunikasi melalui tangisan ataupun berekspresi.

Jadi, jangan heran bila bayi suka menjulurkan lidah karena ini merupakan salah satu caranya untuk berkomunikasi dengan Anda.

3. Lapar

Banyak yang berpikir bahwa menangis adalah tanda lapar pada bayi. Memang benar, menangis dapat disebabkan oleh rasa lapar. Namun, itu merupakan tanda akhir ketika ia sudah frustrasi.

Tanda awal bayi mengalami lapar meliputi bibir mencucu, menjulurkan lidah, celingak-celinguk mencari puting, serta tampak gelisah.

4. Menunjukkan Rasa Nyaman

Bayi menjulurkan lidah dapat menandakan bahwa ia nyaman dengan Anda, atau nyaman dengan kondisi lingkungan ia berada saat itu.

Kadang, kita sering melihat bayi sedikit menjulurkan lidah saat ia tersenyum atau tertawa.

5. Belum Siap MPASI

Jika bayi masih sering menjulurkan lidah, itu tandanya ia belum siap menerima MPASI. Bila dipaksa, nanti bayi akan mengeluarkan MPASI yang ia makan itu.

Itulah sebabnya pada usia 4 bulan ke atas, bayi sudah mulai sering memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut, Ini dilakukan agar refleks menjulurkan lidah berkurang, sehingga ia siap menerima MPASI nantinya pada usia 6 bulan.

6. Proteksi Tubuh dari Benda Asing yang Masuk ke Mulut

Refleks menjulurkan lidah ini ternyata memiliki manfaat proteksi. Hal ini berguna untuk melindungi tubuh bayi.

Dengan begitu, ia tidak memakan atau menelan berbagai benda atau makanan yang berbahaya bagi tubuhnya. Mengingat fungsi saluran cernanya yang belum matang.

7. Berekspresi terhadap Rasa Makanan

Cobalah untuk mencicipi makanan dengan berbagai rasa kepada bayi (manis, asam, asin, pahit) dan lihatlah ekspresinya.

Saat mencicipi asam atau pahit, umumnya anak akan menjulurkan lidahnya karena tidak senang dengan rasa tersebut.

8. Meniru Perilaku Orang Lain

Pada bayi yang lebih besar, ia sudah mulai dapat meniru perilaku orang lain, misalnya orang tua, kakak, atau pengasuh bayi.

Bila Anda berekspresi dengan menjulurkan lidah, maka akan membuat bayi ikut menirukan hal tersebut.

9. Hipotiroid

Walaupun menjulurkan lidah pada bayi merupakan kondisi normal, Anda perlu mewaspadai kemungkinan penyebab yang tidak normal. Misalnya, hipotiroid.

Hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid membuat bayi suka menjulurkan lidah karena ukuran lidahnya besar (makroglosia).

Gejala lain yang menyertai, yakni bayi tampak lemah (tonus otot lemah), pusar menonjol, serta keterlambatan tumbuh kembang.

Itulah mengapa penting sekali skrining hormon tiroid pada bayi baru lahir.

10. Sindrom Down

Kondisi sindrom Down sering disertai dengan hipotiroid. Maka dari itu, gejala-gejala hipotiroid – salah satunya sering menjulurkan lidah -- juga dapat ditemui pada bayi.

Gejala lainnya pada bayi dengan sindrom Down, yakni wajah, tangan, dan kaki yang khas.

11. Rahang Kecil (Sindrom Pierre Robin)

Selain sindrom Down, ada lagi kelainan bawaan yang menjadi alasan kenapa bayi suka menjulurkan lidah, yaitu sindrom Pierre Robin.

Pada sindrom ini bukan lidah bayi yang besar, melainkan rahang bayi yang relatif lebih kecil sehingga lidah mudah menjulur ke luar.

Biasanya gejala yang muncul disertai dengan bunyi napas seperti mengorok.

12. Adanya Sumbatan Hidung Kronis

Adanya sumbatan pada hidung akibat pembesaran konka kerap terjadi pada bayi dengan alergi.

Sumbatan dapat membuat bayi sering menjulurkan lidah. Karena hidungnya kerap tersumbat, bayi akan memilih untuk bernapas melalui mulut sehingga ia sering membuka mulut dan menjulurkan lidah.

Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan perubahan bentuk wajah menjadi wajah khas anak dengan rhinitis alergi, yaitu facies adenoid.

sumber\foto | KlikDokter

reporter | yey

asli


Share:
Komentar

Berita Terkini