Benarkah Suhu Testis Pengaruhi Kesuburan Pria?

Editor: kairos author photo

 

Pengaruh suhu testis terhadap kesuburan pria. foto ilustrasi | klikdokter

kairos - SUHU testis yang meningkat nyatanya memengaruhi kesuburan pria, lho. Mengapa? Ketahui jawabannya berikut ini.

Kesuburan pria bisa dilihat dari seberapa banyak sperma berkualitas yang terdapat di air mani. Produksi sperma dikatakan dalam kondisi terbaik saat testis bersuhu lebih dingin dari suhu tubuh. 

Pengaruh Suhu Testis pada Kesuburan Pria

Dokter Theresia Rina Yunita, membenarkan bahwa temperatur pada testis dapat memengaruhi kesuburan pria. 

“Jika suhu di area testis meningkat, ini bisa memengaruhi produksi sperma. Saat sperma produksinya terganggu, tentu akan berdampak pada kesuburan pria,” jelasnya.

Saat sperma diproduksi, biasanya suhu di sekitar testis sebesar 34 derajat Celsius. Angka ini di bawah suhu normal tubuh yaitu 37 derajat celsius. 

Namun, testis yang terlalu dingin juga kurang baik untuk memproduksi sperma berkualitas. Suhu dingin di sekitar testis menyebabkan skrotum dan testis mengerut ke arah tubuh. 

Sementara, mandi air panas atau suhu yang tinggi di sekitar testis dapat meningkatkan suhu tubuh. Pada akhirnya kondisi ini bisa menyebabkan testis kendur.

Melansir Healthline, saat suhu sekitar testis terlalu panas, kualitas sperma bisa terganggu. Dampaknya, kualitas dan pergerakan sperma untuk bisa sampai ke sel telur dapat menurun.

Penelitian dalam jurnal Fertility and Sterility menunjukkan, pria dengan pekerjaan tertentu, seperti tukang roti, mekanik, dan pengemudi, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kualitas sperma. Hal ini kemungkinan besar karena peningkatan suhu di sekitar testis.

Sejalan dengan hal itu, studi tahun 2014 berjudul “Mild induced testicular and epididymal hyperthermia alters sperm chromatin integrity in men” membahas kaitan kualitas sperma dengan suhu di lingkungan kerja. 

Penelitian pada 336 pria ini mengungkapkan adanya hubungan antara lingkungan kerja yang panas dengan penurunan kualitas DNA sperma. 

Hasilnya, pria yang terpapar suhu tinggi dan duduk selama lebih dari enam jam selama bekerja menunjukkan peningkatan kerusakan DNA sperma.

Kemudian, menurut New Jersey Urology, demam juga bisa dianggap sebagai sumber panas yang meningkatkan suhu testis. Demam atau penyakit yang terjadi berkepanjangan dikaitkan dengan penurunan kesuburan pria. 

Bahkan, orang yang sembuh dari sakit semacam itu butuh waktu beberapa bulan agar kualitas spermanya kembali normal

Karena beberapa faktor tersebut, penting bagi pria untuk menjaga atau mengatur suhu testis agar sesuai dengan kondisi kehidupan sel sperma yang baik dan normal.

Apakah Pendinginan Testis Dapat Meningkatkan Jumlah Sperma?

Jika suhu panas dapat mengurangi jumlah sperma, agak masuk akal jika melakukan pendinginan testis untuk mendapatkan efek sebaliknya. 

Proses meningkatkan jumlah sperma dengan menggunakan kompres es atau peralatan pendingin canggih di sekitar testis telah diteliti. Dokter Theresia mengatakan, telah banyak penelitian yang membahas pendinginan testis ini. 

“Studi kecil yang telah dilakukan tahun 1984, 2001, dan 2013 telah menyarankan, pendinginan testis sebenarnya dapat membantu pria mengatasi masalah infertilitas.” jelasnya. Namun, belum ada uji klinis utama yang mendukung terapi alternatif ini. 

Dokter Theresia mengungkapkan, suhu testis yang baik idealnya 34 derajat Celsius. Jika kurang atau lebih dari itu, mungkin sperma yang dihasilkan kurang berkualitas.

Lantas, Berapa Suhu yang Terlalu Dingin bagi Testis?

Testis rentan mengalami kedinginan atau hipotermia jika suhu di sekitar terlalu rendah. Saat suhu udara turun hingga -15 derajat Celsius atau lebih dingin, risiko hipotermia pada kulit yang terpapar akan meningkat signifikan. 

Bagian tubuh yang tertutup pun bahkan punya risiko yang sama. Saat testis mengalami hipotermia, gejala yang muncul sebagai berikut:

> Mati rasa.

> Sensasi kesemutan di sekitar kulit testis.

> Kulit testis tampak kemerahan atau pucat.

> Kulit testis tampak seperti lilin.

Suhu atau temperatur testis nyatanya dapat memengaruhi kesuburan pria. Usahakan untuk menjaga suhu dan kesehatannya demi menghasilkan sperma berkualitas. 

sumber/foto | KlikDokter

reporter | yey

asli

Share:
Komentar

Berita Terkini