Duh, Angka Pernikahan Dini di Bandung Tinggi

Editor: kairos author photo

 

Pasangan belia berusia  23 dan 15 di Banjarmasin. foto  ilustrasi | jawapos 

kairos - ANGKA pernikahan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Ngamprah tahun 2021, tercatat ada 287 perkara dispensasi nikah dibawah umur. 

Nah, untuk menekan angka itu, Pengadilan Agama (PA) Ngamprah bakal menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB dalam memutuskan perkara dispensasi nikah dibawah umur itu. Sehingga baik orang tua maupun anak bisa mengerti dampak dari pernikahan dini. 

"Kami ingin ada sebuah rekomendasi dari KPAI ketika ada pengajuan pernikahan anak. Jadi semua pihak bisa mengerti dan teredukasi," kata Ahmad Saprudin, Ketua Pengadilan Agama Ngamprah, KBB, Rabu 19 Januari 2022. 

Dalam perkara dispensasi ini, bisa jadi karena pemahaman dan wawasan yang minim dari orang tua dan sang anak, sehingga pengambilan keputusan lebih mengedepankan sikap emosional. 

"Rekomendasi KPAI KBB bisa menjadi acuan hakim dalam mengambil keputusan terkait dispensasi pernikahan anak ini. Terlebih perkara itu di KBB cukup tinggi, tahun lalu saja tercatat total ada 287 perkara," sebutnya. 

Sementara itu Dian Dermawan, Ketua KPAI KBB menyambut baik adanya kerja sama dengan PA Ngamprah, KBB. 

Tujuannya, bagaimana mengupayakan menghindari pernikahan dini karena hal tersebut banyak dampak negatifnya. 

Berdasarkan fakta temuan lapangan, pihaknya juga banyak menemukan kasus pernikahan anak. 

"Kerja sama ini sangat positif bagi kedua belah pihak. Tapi goal besarnya adalah bagaimana agar pernikahan anak bisa diminimalisasi, sebab hal ini ibarat fenomena gunung es," tuturnya.

sumber\foto | ayobandung\jawapos

reporter | mey

asli


Share:
Komentar

Berita Terkini