Hai Suami..!!! Inilah Ketakutan Calon Ibu Jelang Melahirkan

Editor: kairos author photo

 

Berbagai rasa takut yang dialami calon ibu saat menjelang melahirkan. foto ilustrasi | klikdokter

kairos - RAGAM persoalan yang dikhawatirkan ibu hamil menjelang proses melahirkan. Apa saja ketakutan itu? Sila simak di sini.

Rasa takut, khawatir, dan cemas menjelang melahirkan sangat normal dialami oleh calon ibu. Kondisi ini dapat muncul karena ibu khawatir dengan risiko tindakan medis atau persiapan melahirkan lainnya. 

Ketahui apa saja ketakutan saat ibu hamil hendak melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya lewat ulasan berikut ini. 

1. Telat Sampai ke Rumah Sakit

Kekhawatirkan ini muncul bila jarak antara tempat tinggal dan rumah sakit terlampau jauh. 

Untuk meminimalkan risiko ini, Anda bisa menghubungi bidan ataupun dokter kandungan setelah tanda-tanda persalinan muncul. Dokter dan bidan dapat mengetahui bila waktu persalinan akan tiba. 

Bidan atau dokter akan memberi tahu ibu hamil apakah memerlukan kunjungan rumah sakit atau tidak berdasarkan konsultasi lewat telepon. 

Selain itu, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih rumah sakit bersalin yang lebih dekat dengan tempat tinggal. 

2. Takut Buang Air Besar saat Mengejan (Mengedan)

Beberapa ibu hamil dapat tidak sengaja buang air besar saat mengejan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena sangat umum terjadi. 

Dokter dan perawat yang menangani persalinan juga sudah terbiasa menghadapi hal ini serta dengan sigap langsung membersihkannnya.

3. Takut Saat Disuntik Epidural

Beberapa ibu hamil memiliki ketakutan saat hendak diberikan suntik epidural. Sebab, dilansir dari What To Expect, beberapa wanita melaporkan rasa nyeri setelah diberikan suntik epidural. Rata-rata nyeri akibat suntik mulai berkurang setelah 10 hingga 15 menit. 

Suntik epidural merupakan bius lokal yang berfungsi membuat sebagian area tubuh mati rasa. Sebenarnya suntikan ini tidak terlalu terasa nyeri jika dibandingkan dengan kontraksi melahirkan. 

Namun, jika ibu hamil tidak mau menggunakan suntik epidural, dokter dapat memberikan pilihan lain untuk mengatasi nyeri persalinan.

4. Episiotomi

Episiotomi merupakan tindakan menggunting area perineum atau otot yang berada di antara vagian dan anus. 

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, prosedur ini berfungsi memperlebar vagina agar proses melahirkan menjadi lebih mudah. Selain itu, episiotomi dapat mencegah robekan parah pada vagina. 

Kamu bisa berdiskusi dengan dokter untuk mencari alternatif prosedur persalinan lainnya jika takut melakukan prosedur episiotomi.

5. Takut Vagina Robek

Hal lain yang dikhawatirkan calon ibu saat proses persalinan adalah terjadinya robekan vagina. Masih diwartakan dari What to Expect, beberapa wanita melahirkan dapat mengalami vagina robek. 

Umumnya, persalinan dapat berisiko membuat lapisan vagina robek. Kondisi ini biasanya tidak perlu ditangani dengan jahitan atau tindakan khusus. 

Untuk mencegah hal ini,  dr. Theresia menyarankan ibu hamil melakukan pijat perineum yang dapat meminimalkan robekan parah di vagina.

“Pijat perineum membantu otot-otot di sekitar vagina menjadi lebih elastis. Sehingga saat persalinan normal, kepala bayi akan lebih mudah keluar tanpa menyebabkan robekan vagina yang parah,” jelas dr. Theresia.

6. Rasa Sakit

Semua proses atau tindakan medis, termasuk melahirkan, umumnya menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Untuk menghalau kekhawatiran terhadap rasa sakit tersebut, ibu hamil bisa mempelajari bagaimana proses melahirkan berlangsung. 

Ibu bisa mendapatkan informasi mengenai persalinan dengan membaca buku, mengunduh platform aplikasi KlikDokter, mengikuti kelas prenatal, menonton video persalinan di internet, atau berbagi pengalaman dengan kerabat atau ibu lainnya. 

Biasanya, rasa sakit saat melahirkan bisa diatasi dengan pemberian suntik epidural atau metode Complementary and Alternative Medicine (CAM). Sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter kandungan atau bidan yang menangani kehamilan.

7. Operasi Caesar Darurat

Operasi caesar dapat dilakukan pada beberapa kondisi persalinan, misalnya kehamilan dengan komplikasi preeklampsia. 

Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui lebih banyak soal operasi caesar, kapan pembedahan, serta risiko yang mungkin terjadi. 

Berdiskusi dengan dokter dapat memberikan Anda informasi mengenai persalinan yang lengkap. Dokter juga dapat memberikan rekomendasi metode persalinan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil. 

sumber\foto | klikdokter

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini